Pesisir Barat (sundalanews.com) – Bupati Pesisir Barat Provinsi Lampung, DR.Drs.Agus Istiqlal,S.H,M.H. Menutup secara resmi Liga Selancar Dunia atau World Surf League (WSL) Krui Pro 2023 di Pekon Tanjung Setia, Pesisir Barat, Minggu (18/6/2023).
Pada kesempatan tersebut, Bupati Agus Istiqlal mengatakan bahwa, kejuaraan Liga Selancar Dunia atau WSL Krui Pro 2023 merupakan upaya untuk membangkitkan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.
“Tentu dampaknya luar biasa bagi sektor pariwisata dan perekonomian para UMKM, dan ajang Krui pro 2023, ini berlangsung lancar,” Kata Agus Istiqlal dalam pidatonya sebelum penyerahan piala.
Menurut Bupati , komitmen yang kuat sangat diperlukan dalam ajang Krui Pro, dimana pihaknya akan melakukan kerja sama dengan pihak terkait untuk menjalankan event kejuaraan selancar dunia agar bisa digelar setiap tahun.
“Biar ada kepastian, kami akan melakukan MoU atau kerja sama sampai lima tahun ke depan,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat , untuk mempunyai komitmen bersama agar senantiasa memajukan potensi yang ada di Kabupaten Pesisir Barat.
” Oleh karena itu ke depan saya ingin mengajak seluruh masyarakat, untuk memajukan lagi potensi ini, dan saya akan bekerja keras untuk memajukan Krui Pro ini.
Sebelumnya Bupati Agus Istiqlal, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam mensukseskan WSL Krui Pro QS 5000 2023. ” Terimakasih semuanya atas kerjasamanya sehinggi ajang Internasional ini bisa berjalan dengan baik,” Ucap Agus Istiqlal.
Hasil dari 4 kata gori yang dipertamdingkan dalam Wsl Krui Pro QS 5000 2023 ini samgat menggembirakan masyarakat Pesisir Barat karna, Bronson Meydi peselancar muda Indonesia berhasil menyabet gelar juara pada laga final Word Surf League (WSL) Krui Pro kelas Men’s Junior.
Laga Final yang mempertemukan tiga peselancar junior Indonesia dan satu peselancar asal Jepang itu berlangsung sangat ketat.
Bronson Meydi sendiri berhasil mengumpulkan poin 9.83 unggul dibanding tiga pesaingnya.
Selain berhasil menyabet juara pertama, dua peselancar junior Indonesia lainya juga berhasil menduduki peringkat kedua dan ketiga
Untuk juara kedua di raih oleh Westen Hirst dengan nilai 8.26 poin dan posisi ketiga dipegang oleh I Made Ariyana dengan nilai 8.20 poin.
Selanjutnya, peselancar junior asal Jepang Monnojo Yahagi berada di posisi terakhir yakni 7.00 poin.
Sedangkan, pada laga final katagori Women’s Junior dimenangkan oleh tiga peselancar asal Jepang.
Untuk juara pertama dimenangkan Kana Nakashio dengan nilai 12.90 poin.
Posisi kedua dipegang Anon Matsuoka dengan nilai 12.57 poin dan ketiga dipegang Cocona Kawase dengan nilai 8.30 poin.
Sementara Jasmine Studer peselancar Indonesia harus puas di posisi terakhir dengan nilai 6.90 poin.
Selanjutnya, Laga final katagori Women’s QS mempertemukan dua peselancar asal Bosque (Spanyol) J. Gonzalez Etxabarri dengan peselancar asal Jepang, Anon Matsuoka.
Pertemuan keduanya berjalan sangat sengit, sebab masing-masing menunjukkan performa terbaiknya.
Final Surfing Internasional katagori Women’s QS itupun akhirnya berhasil diungguli peselancar asal Jepang Anon Matsuoka dengan hasil 13.40 poin.
Sementara, Janire Gonzalez Etxabarri asal Bosque Spanyol memperoleh nilai 13.17 poin.
Selanjutnya, katagori Men’s QS mempertemukan dua peselancar asal Australia yakni Morgan Cibilic dan Kyuss King.
Pertandingan keduanya berlangsung sangat ketat, dengan keahlian masing-masing keduanya saling menyalip perolehan poin.
Final Surfing Internasional katagori Men’s QS itupun akhirnya dimenangkan oleh Morgan Cibilic dengan nilai 11.66 poin dan Kyuss King memperoleh nilai 9.03 poin. (Yus/adi)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung