Mahasiswa Sistem Komputer/IoT Kampus Unggul IIB Darmajaya Rancang Alat Penyortir Tomat Otomatis Berbasis IoT

BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, M. Riki Firlana, berhasil merancang sistem penyortiran buah tomat secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT).


Inovasi tersebut dipresentasikan dalam ujian skripsinya dengan judul “Sistem Penyortiran Buah Tomat Matang dan Mentah Menggunakan Konveyor dan Sensor Warna TCS34725 Berbasis IoT.” Dalam ujian skripsi tersebut, M. Riki Firlana diuji oleh Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. dan Bayu Nugroho, S.Kom., M.Eng., dengan dosen pembimbing Lia Rosmalia, S.T., M.Kom.
M. Riki mengatakan, sistem yang dikembangkannya bertujuan membantu pedagang maupun pelaku usaha dalam melakukan proses penyortiran tomat secara lebih cepat, efisien, dan terukur. Selama ini, proses pemilahan tomat berdasarkan ukuran dan tingkat kematangan masih banyak dilakukan secara manual.


“Sistem ini dibuat untuk membantu pedagang dalam menyortir tomat agar lebih efisien. Tomat tidak hanya dibedakan berdasarkan matang dan mentah, tetapi juga berdasarkan ukuran atau beratnya,” ujar Riki.


Ia menjelaskan, proses penyortiran dimulai dengan meletakkan tomat pada bagian penimbangan. Sensor Load Cell HX711 kemudian membaca berat buah. Tomat dengan berat di bawah 50 gram dikategorikan sebagai tomat berukuran kecil, sedangkan tomat dengan berat 50 gram atau lebih masuk dalam kategori besar.
Setelah proses penimbangan, sensor warna TCS34725 membaca karakteristik warna buah untuk menentukan apakah tomat masuk kategori matang atau mentah. Seluruh data hasil pembacaan sensor kemudian diproses menggunakan mikrokontroler ESP32.
“Setelah berat dan warna terbaca, ESP32 akan menentukan kategori tomat. Selanjutnya servo pendorong bergerak dari posisi 40 derajat menuju 80 derajat untuk mendorong tomat ke konveyor,” jelasnya.


Pada tahap berikutnya, servo penyortir akan mengarahkan tomat menuju tempat yang telah ditentukan berdasarkan hasil klasifikasi. Sistem menggunakan servo pada posisi 0 derajat untuk tomat mentah kecil, 50 derajat untuk tomat matang kecil, 70 derajat untuk tomat mentah besar, dan 95 derajat untuk tomat matang besar.
Tidak hanya melakukan penyortiran secara otomatis, sistem tersebut juga telah terintegrasi dengan platform Blynk. Hasil pembacaan sensor dan kategori tomat dapat dikirim melalui jaringan internet sehingga proses penyortiran dapat dipantau secara real-time.


Dengan teknologi tersebut, Riki berharap proses penyortiran hasil pertanian, khususnya buah tomat, dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap proses pemilahan secara manual.
Inovasi ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu Sistem Komputer dan Internet of Things dalam menyelesaikan persoalan yang ditemukan di masyarakat. Integrasi sensor, mikrokontroler, mekanisme konveyor, servo, dan sistem monitoring IoT menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses kerja yang lebih otomatis, cepat, dan efisien.


Melalui karya mahasiswa tersebut, Prodi Sistem Komputer/IoT IIB Darmajaya terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mendukung kebutuhan dunia usaha maupun industri.


Untuk informasi pendaftaran dapat datang langsung ke kampus atau secara daring melalui laman pmb.darmajaya.ac.id. Informasi mengenai pendaftaran dapat menghubungi 082306097566 (Aam) dan Gia 087860830115. (**)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Gubernur Mirza Lepas 598 Peserta Kontingen Pramuka Lampung Ikuti Jambore Nasional XII 2026

Bandar Lampung (sundalanews.com) — Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Lampung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *