KTNA PESIBAR ADAKAN REMBUK MADYA

Pesisir Barat (sundalanews.com) – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA ) Pesisir Barat, mengadakan Rembug Madya di Balai Penyuluhan pertanian (BPP) Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan ,Sabtu (24/12/2022).

Kegiatan rembuk madya dihadiri oleh Kelompok tani, Pengurus Petani Pengguna Air P3A Se Kec. Pesisir Selatan, Penyuluh Pertanian, Perhiptani Kab. Pesisir Barat, dan
Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Riza Pahlevi, ST).

ketua KTNA Pesisir Barat Mawardi,SE menjelaskan KTNA adalah organisasi petani yang bertujuan untuk membantu petani mencari solusi dalam melancarkan usaha tani,
memfasilitasi harapan petani kepada pemerintah.

“KTNA selalu ada untuk petani. Selain itu KTNA juga sebagai penyuluh swadaya membantu penyuluh membina dan menyampaikan informasi tekhnologi tepat guna,” jelas Mawardi.

Dalam rembuk Madya tersebut bermunculan usulan dari peserta, diantaranya: Safriansah, dari poktan Sangon Haga Pekon Tanjung Setia, meminta agar dibangun saluran irigasi arah pekon Tanjung Setia, agar hamparan sawah di pekon Tanjung Setia bisa mendapatkan aliran air dari irigasi Way Biha.

Budi Hartono dari kelompok tani Pelita Sari, Mengharapkan agar pengelolaan air irigasi oleh P3A dapat berjalan dengan baik dan meminta agar pembangunan rehap irigasi tidak bertepatan dengan jadwal musim tanam.

Rozikin dari P3A Karya Makmur pekon Tanjung Raya, Mohon agar tata kerja P3A diatur dalam perda, karena selama ini P3A bekerja tidak ada kekuatan hukum yang melindungi.

Menanggapi usulan tersebut Riza Pahlevi, ST anggota DPRD Kabupaten Pesisir Barat, meminta agar para petani dan P3A musyawarah untuk mengajukan peraturan tentang tata kelola P3A untuk kepentingan petani,” kami akan berupaya untuk membantu dan akan menindaklanjuti semua permasalahan yang ada, hal ini tentu demi kenyamanan dan keberhasilan petani,” ujar Riza Pahlevi, politisi partai Pkb.

Dalam kesempatan yang sama, kordinator penyuluh (Korluh) kecamatan Pesisir selatan
Afrida Aprianti, SP, meminta kepada petani agar, segala kerusakan irigasi di inventarisir untuk diusulkan perbaikannya kepada dinas terkait.

Ia juga berharap para petani bisa menjaga saluran irigasi tetap baik, sehingga mendukung kegiatan budidaya padi sawah.

” saya minta agar kita selau menjaga komunikasi yang baik dan selalu bekerjasama untuk memajukan sektor pertanian di kabupaten Pesisir Barat,” harap Afrida. (Yus/Adi)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Pemprov Lampung Optimalkan Pembangunan Jalan Simpang Teluk Kiluan – Simpang Umbar

TANGGAMUS (sundalanews.com) — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat ekosistem destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *