Rumah seorang warga Nyaris Rubuh : Jeritan Halus di Balik Dinding kayu berlobang yang Butuh Perhatian Pemerintah

TULANG BAWANG BARAT (sundalanews.com) – Di sudut sebuah desa di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, berdiri sebuah bangunan yang nyaris tak layak disebut rumah. Itulah kediaman Bapak Paidi, seorang warga yang kini harus bertahan hidup di antara dinding yang retak parah, atap yang bolong di sana-sini, dan lantai yang mulai runtuh. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan, kini justru menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa Bapak Paidi dan keluarga.

Dilihat langsung di lokasi, kondisi bangunan ini sungguh memprihatinkan. Sebagian besar dindingnya sudah bergeser dan retak besar, menandakan struktur bangunan sudah tidak lagi kokoh. Saat hujan turun, air masuk ke seluruh bagian rumah karena atap yang sudah lapuk dan banyak bagian yang hilang. Tak ada lagi ruangan yang kering dan aman untuk beristirahat. Di bagian tiang penyangga, terlihat kayu-kayu penopang yang sudah keropos, nyaris tak mampu lagi menahan beban atap di atasnya. Angin kencang saja sudah cukup membuat rumah ini bergoyang dan menimbulkan ketakutan setiap saat bagi penghuninya.

Bapak Paidi adalah warga yang hidup sederhana. Sehari-hari ia bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga, sehingga sama sekali tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki, apalagi membangun ulang tempat tinggalnya. Ia hanya bisa pasrah dan berharap keajaiban datang, sembari menahan rasa takut jika sewaktu-waktu bangunan ini roboh menimpa mereka saat sedang tidur.

“Kami sudah bertahan begini bertahun-tahun, Pak. Kalau hujan, kami harus mencari tempat aman di sudut rumah yang sedikit kering. Kalau angin kencang, kami takut sekali rumah ini ambruk. Tapi apa daya, uang untuk makan saja pas-pasan, mana ada untuk betulin rumah,” ungkap Bapak Paidi dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.

Kisah Bapak Paidi adalah cermin kecil dari perjuangan warga kecil yang butuh uluran tang
Rumah warga Nyaris runtuh,Jeritan Halus di Balik Dinding Kayu yang berlobang yang Butuh Perhatian Pemerintah

TULANG BAWANG BARAT – Di sudut sebuah desa di wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat, berdiri sebuah bangunan yang nyaris tak layak disebut rumah. Itulah kediaman Bapak Paidi, seorang warga RT 08/04 Tiyuh Pulung Kencana kecamatan Tulang Bawang Tengah,yang kini harus bertahan hidup di antara dinding yang retak parah, atap yang bolong di sana-sini, dan lantai yang mulai runtuh. Rumah yang seharusnya menjadi tempat berlindung dari panas dan hujan, kini justru menjadi ancaman nyata bagi keselamatan jiwa Bapak Paidi dan keluarga.

Dilihat langsung di lokasi, kondisi bangunan ini sungguh memprihatinkan. Sebagian besar dindingnya sudah bergeser dan retak besar, menandakan struktur bangunan sudah tidak lagi kokoh. Saat hujan turun, air masuk ke seluruh bagian rumah karena atap yang sudah lapuk dan banyak bagian yang hilang. Tak ada lagi ruangan yang kering dan aman untuk beristirahat. Di bagian tiang penyangga, terlihat kayu-kayu penopang yang sudah keropos, nyaris tak mampu lagi menahan beban atap di atasnya. Angin kencang saja sudah cukup membuat rumah ini bergoyang dan menimbulkan ketakutan setiap saat bagi penghuninya.

Bapak Paidi adalah warga yang hidup sederhana. Sehari-hari ia bekerja sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga, sehingga sama sekali tidak memiliki kemampuan finansial untuk memperbaiki, apalagi membangun ulang tempat tinggalnya. Ia hanya bisa pasrah dan berharap keajaiban datang, sembari menahan rasa takut jika sewaktu-waktu bangunan ini roboh menimpa mereka saat sedang tidur.

“Kami sudah bertahan begini bertahun-tahun, Pak. Kalau hujan, kami harus mencari tempat aman di sudut rumah yang sedikit kering. Kalau angin kencang, kami takut sekali rumah ini ambruk. Tapi apa daya, uang untuk makan saja pas-pasan, mana ada untuk betulin rumah,” ungkap Bapak Paidi dengan nada lirih dan mata berkaca-kaca.

Paidi merupakan Orang tua yang membesarkan anak anaknya seorang diri karena istri tercintanya sudah meniggal.

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Bella Jayanti, Langkah Penyelesaian Kake Mujiran, Radityo Egi Berpihak Pada Nilai Kemanusiaan

Bandar Lampung (sundalanews.com) – Penyelesaian kasus yang menimpa Mujiran (72 tahun), warga lanjut usia yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *