BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Prestasi kembali ditorehkan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Melalui dukungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), tim dosen IIB Darmajaya berhasil meraih Hibah Penelitian Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) pada Skema Penelitian Dasar kategori Penelitian Dasar Fundamental tahun 2026.
Hibah tersebut mendukung riset pengembangan model kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk memprediksi keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kualitas pendidikan tinggi berbasis data.
Di balik data tracer study yang setiap tahun dihimpun perguruan tinggi, tersimpan informasi penting mengenai perjalanan lulusan memasuki dunia kerja. Sebagian lulusan dapat langsung memperoleh pekerjaan, sementara sebagian lainnya membutuhkan waktu lebih lama.
Berangkat dari fenomena tersebut, tim peneliti berupaya menjawab pertanyaan apakah terdapat pola yang dapat dipelajari sehingga perguruan tinggi mampu mempersiapkan lulusannya secara lebih efektif.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Wasilah, S.Kom., M.T. dari Program Studi Sistem Informasi bersama Sushanty Saleh, S.Kom., M.T.I. dari Program Studi Sistem Informasi dan Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I. dari Program Studi Teknik Informatika. Tim peneliti juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Ero Setiyowati.
Penelitian tersebut mengusung judul “Model Teoretis Generalisasi Pola Prediksi Keberhasilan Lulusan pada Data Heterogen Multikonteks Berbasis Frequent Pattern Growth dan Particle Swarm Optimization.”
Berbeda dengan penelitian sejenis yang umumnya menggunakan data dari satu perguruan tinggi, riset ini menganalisis data heterogen dari berbagai konteks perguruan tinggi untuk menemukan pola yang lebih umum (generalizable). Hasilnya diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja.
Ketua Peneliti, Dr. Wasilah, mengatakan tantangan perguruan tinggi saat ini tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga memastikan lulusan memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Selama ini banyak penelitian hanya menggunakan data dari satu perguruan tinggi. Padahal karakteristik lulusan di setiap daerah, program studi, maupun institusi tentu berbeda. Kami ingin menemukan pola yang lebih universal sehingga hasil penelitian dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, model AI yang dikembangkan diharapkan mampu membantu perguruan tinggi mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan lulusan memperoleh pekerjaan. Dengan demikian, institusi dapat menyusun strategi peningkatan kompetensi mahasiswa secara lebih terarah sejak masih berada di bangku kuliah.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi perguruan tinggi dalam menyusun strategi peningkatan kompetensi mahasiswa, memperkuat kolaborasi dengan dunia industri, serta meningkatkan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) lulusan. Pendekatan berbasis data dinilai semakin penting di tengah dinamika kebutuhan dunia kerja dan tuntutan peningkatan kualitas sumber daya manusia. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung