Pesawaran (sundalanews.com) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muslimah yang berilmu, berakhlak, dan sehat melalui kegiatan Kajian Fikih Anak Salehah, Rabu (11/02/2026).
Kegiatan tersebut secara khusus mengangkat tema tentang haid yang dikaji secara komprehensif dari perspektif keagamaan dan kesehatan.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembinaan karakter sekaligus edukasi bagi para siswi agar memiliki pemahaman yang benar mengenai salah satu fase penting dalam perkembangan perempuan. Melalui pendekatan yang seimbang antara ilmu fikih dan ilmu kesehatan, para peserta dibekali pengetahuan yang aplikatif dan sesuai tuntunan agama.
Koordinator Bidang Kesiswaan MIN 1 Pesawaran, Hermansyah, S.Pd.I., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa pendidikan bagi anak perempuan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembinaan akhlak dan kesiapan menghadapi fase biologis secara bijak.
“Kajian ini bertujuan membentuk karakter anak salehah yang berakhlak mulia, memahami fikih secara benar, sekaligus memiliki kesadaran menjaga kesehatan diri sesuai tuntunan agama. Ilmu agama dan ilmu kesehatan harus berjalan beriringan agar para siswi tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan bertanggung jawab,” ujar Hermansyah.
Sebagai pemateri utama, Ustazah Dwi Kurniati, S.Pd.I., memaparkan materi secara sistematis dan mudah dipahami. Ia menjelaskan bahwa fikih anak salehah tidak hanya membahas hukum-hukum ibadah saat haid, tetapi juga mencakup adab, etika pergaulan, menjaga aurat, kebersihan diri, serta pola hidup sehat.
“Fikih anak salehah mencakup aspek yang luas. Mulai dari adab pergaulan, menjaga aurat, kebersihan diri, hingga pola hidup sehat. Semua itu saling berkaitan antara ajaran Islam dan ilmu kesehatan. Islam mengajarkan kita untuk menjaga kehormatan dan kesehatan sebagai bagian dari ibadah,” jelas Ustazah Dwi di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Islam sangat menekankan pentingnya kebersihan dan pemeliharaan diri. Dalam konteks haid, para siswi perlu memahami tata cara bersuci yang benar, menjaga kebersihan organ reproduksi, serta mengenali tanda-tanda kesehatan yang perlu diperhatikan.
“Seorang anak salehah bukan hanya taat beribadah, tetapi juga mampu menjaga tubuhnya sebagai amanah dari Allah SWT. Dengan pemahaman yang benar, para siswi tidak perlu merasa malu atau bingung menghadapi masa haid, melainkan menjalaninya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan interaktif. Para siswi mengikuti kajian dengan antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan dalam sesi diskusi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut seputar tata cara ibadah saat haid, perawatan diri, hingga cara menyikapi perubahan fisik dan emosional. Seluruh pertanyaan dijawab secara lugas dan edukatif oleh pemateri, sehingga peserta memperoleh pemahaman yang jelas dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Pesawaran berharap para siswi mampu menerapkan nilai-nilai fikih dalam kehidupan sehari-hari secara seimbang. Tidak hanya memahami hukum-hukum agama, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari tanggung jawab diri.
Kajian Fikih Anak Salehah ini menjadi salah satu program pembinaan berkelanjutan yang dirancang madrasah untuk mencetak generasi muslimah yang cerdas, berkarakter, serta memiliki pemahaman agama yang kuat dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MIN 1 Pesawaran menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang holistik—memadukan nilai spiritual, moral, dan kesehatan—demi terwujudnya anak-anak salehah yang siap menghadapi masa depan dengan ilmu dan akhlak mulia.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung