Tulang Bawang Barat (Sundalanews.com) – Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Propinsi lampung memperkuat identitas daerah dengan karya karya seni monumental yang sangat unik dan menarik
Dengan hadirnyai bangunanya Plaza Tugu Suhunan Riah di kawasan Kota Budaya Uluan Nughik, mewarnai keindahan di wilayah tubaba, didesain secara apik dan menarik sebagai representasi harmoni kosmis sekaligus pengingat bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Plaza Tugu Suhunan Riah diwujudkan dalam bentuk Patung Tarian Cinta, simbol urban yang menggambarkan sosok perempuan menari dengan anggun dan lembut.
Patung tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan representasi nilai ecofeminisme yang menegaskan keterkaitan erat antara perlindungan perempuan dan pelestarian alam dan lingkungan.
Suhunan Riah dipandang sebagai figur yang menyerukan pendekatan biocentris, yakni sikap lebih manusiawi, adil, dan protektif terhadap alam dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability).
Seperti halnya seorang ibu yang merawat anak, Suhunan Riah digambarkan sebagai simbol inisiasi yang kuat dalam menjaga kehidupan dan alam semesta di masa depan
Kepala Dinas PUPR Tubaba, Ir. Iwan Mursalin, MT menjelaskan bahwa pembangunan Kota Budaya Uluan Nughik dirancang dengan prinsip-prinsip planologi modern.
“Kawasan ini dibangun dengan standar internasional, baik dari segi dimensi maupun tata ruang (land use). Kehadirannya diharapkan memberi kenyamanan, rasa aman, serta ketertiban bagi masyarakat Tubaba,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan menekankan bahwa harmoni kosmis menjadi filosofi yang melandasi pembangunan kawasan tersebut. Menurutnya, keseimbangan antara dunia kecil (mikrokosmos) dan dunia besar (makrokosmos) akan menciptakan ekosistem ideal yang menjadi impian masyarakat.
“Dalam proses menuju kondisi ideal itulah, istilah Tubaba bukan hanya akronim dari Tulang Bawang Barat. Tubaba adalah sebuah gerakan, sikap kolektif masyarakat untuk mewujudkan tatanan kehidupan yang harmonis. Maka untuk pulang ke masa depan, kita perlu ber-Tubaba,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Plt. Kabid Cipta Karya PUPR Tubaba, Ir. Nurul Azmi, ST., MT., menuturkan bahwa Plaza Tugu Suhunan Riah juga berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
“Plaza ini bukan sekadar ikon budaya, tetapi juga ruang terbuka hijau yang substansinya adalah harmoni kosmis. Area ini ditanami pohon-pohon langka, seperti Asem Kandis, serta pohon pinus yang bermanfaat menghasilkan oksigen dan menyerap karbon dioksida,” ungkap Nurul.
Ia berharap kehadiran Plaza Tugu Suhunan Riah dapat menginspirasi semangat pelestarian alam di tengah masyarakat.
“Semoga tugu ini tidak hanya menjadi penanda perjalanan masa depan Tubaba, tetapi juga kontribusi penting bagi perkembangan arsitektur di Lampung dan Indonesia pada umumnya,” tutup Nurul.
Dengan konsep yang mengintegrasikan seni, filosofi, dan lingkungan, Plaza Tugu Suhunan Riah diproyeksikan menjadi salah satu ikon monumental Tubaba yang membawa pesan mendalam, menjaga keseimbangan alam adalah bagian dari menjaga masa depan untuk kita semua.(ADE)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung