BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) — Guru Besar Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si., mendorong komoditas unggulan Lampung seperti kopi, lada, pisang, dan singkong diolah menjadi produk bernilai tambah agar mampu bersaing hingga pasar global.
Menurut Prof. Anuar, potensi komoditas Lampung sangat besar, namun sebagian masih dipasarkan sebagai bahan mentah sehingga nilai ekonomi yang dihasilkan belum optimal.
Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara pada Senin (21/9/26). Ia menilai Lampung Begawi SigerFest 2026 dapat menjadi momentum memperkuat hilirisasi sekaligus mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan UMKM untuk memperluas pasar produk unggulan daerah.
“Kopi jangan berhenti menjadi biji kopi, pisang jangan berhenti menjadi buah, lada jangan berhenti menjadi bahan mentah, dan singkong jangan berhenti menjadi hasil panen,” ujar Prof. Anuar.
Ia menjelaskan, hilirisasi bukan sekadar meningkatkan harga jual, tetapi menciptakan nilai ekonomi melalui pengolahan, inovasi, kemasan, branding, standar mutu, hingga pemasaran. Karena itu, ekonomi Lampung perlu bergerak dari commodity-based economy menuju value-added economy.
“Keunggulan tidak hanya ditentukan oleh jumlah produksi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan inovasi, diferensiasi produk, kualitas, kemasan, merek, standar mutu, dan pengalaman konsumen,” jelasnya.
Prof. Anuar mencontohkan kopi Lampung yang dapat dikembangkan menjadi roasted coffee, kopi bubuk berciri khas, drip coffee, coffee blend, hingga ready to drink dengan merek lokal. Produk tersebut kemudian dapat dipasarkan melalui marketplace dan media sosial.
Ia juga mendorong penguatan digitalisasi melalui QRIS, pemasaran digital, platform perdagangan, analitik konsumen, dan literasi keuangan digital. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar proses hilirisasi berjalan berkelanjutan.
Dalam hal ini, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui riset, inovasi, teknologi, pengembangan model bisnis, dan pendampingan. IIB Darmajaya, kata Prof. Anuar, dapat berkontribusi dalam memperkuat ekosistem tersebut.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis bukan hanya sebagai penghasil pengetahuan melalui penelitian dan publikasi, tetapi juga sebagai pengembang inovasi, teknologi, model bisnis, pendampingan, serta penghubung antarpemangku kepentingan,” katanya.
Dari sisi akademik, Prof. Anuar juga menawarkan arah penelitian “Model Strategis Hilirisasi Komoditas Unggulan Lampung Berbasis Digital dan Kolaborasi Ekosistem untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing UMKM.”
Menurutnya, kekuatan ekonomi Lampung pada akhirnya bukan hanya terletak pada banyaknya komoditas yang dihasilkan, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi produk inovatif, bernilai tambah, berdaya saing, dan berdampak bagi masyarakat. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung