Sleman (Sundalanews.com) – Bhayangkara Lampung FC sukses mengamankan tambahan satu poin setelah bermain imbang 1-1 menghadapi PSS Sleman pada pekan kesembilan Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Minggu (8/11/2026).
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung memperagakan tempo tinggi dan saling menebar ancaman. Namun, ketatnya lini pertahanan membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tuan rumah meningkatkan intensitas serangan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-50. Berawal dari sepak pojok Riko Simanjuntak, Jajang Mulyana sukses membawa PSS unggul lebih dulu lewat sundulan terarah yang menjebol gawang M Fahri.
Tertinggal satu gol, pelatih Bhayangkara FC Oscar Bruzon langsung merespons dengan melakukan pergantian taktik. Masuknya Sani Rizki dan Moises terbukti ampuh menambah daya gedor lini serang The Guardian.
Usaha keras skuad the guardians of saburai akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-76. Memanfaatkan kemelut di depan gawang hasil sepakan Sidibé yang membentur pemain belakang lawan, Sani Rizki menyambar bola liar tanpa pengawalan berarti untuk mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Disisa waktu pertandingan, kedua tim terus berbalas serangan demi memburu gol kemenangan. Kendati demikian, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tidak berubah.
Hasil imbang ini menempatkan Bhayangkara Lampung FC di peringkat kedelapan klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan raihan 12 poin dari sembilan laga. Sementara itu, PSS Sleman masih tertahan di zona degradasi dengan koleksi lima poin.
Selepas pertandingan, pelatih Bhayangkara Lampung FC Oscar Bruzon mengakui timnya kehilangan kesempatan meraih poin penuh akibat gagal memaksimalkan sejumlah peluang matang, terutama pada babak pertama.
“Kami seharusnya bisa mendapatkan hasil berbeda jika mampu menyelesaikan peluang satu lawan satu dengan kiper pada babak pertama,” ujar Oscar.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti kebobolan dari situasi bola mati yang sebenarnya sudah diantisipasi dalam persiapan tim. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kerja keras pemain dan berencana memanfaatkan jeda FIFA Matchday untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami tahu mendapatkan sejumlah peluang, tetapi tidak mampu mengonversinya menjadi gol. Kami akan melakukan evaluasi ke depan, baik dari sisi bertahan maupun menyerang,” ucapnya.
Senada dengan sang pelatih, pencetak gol Sani Rizki mengakui laga tandang kali ini berjalan sangat berat bagi timnya. Kendati demikian, ia tetap mensyukuri hasil satu poin yang diraih setelah sempat tertinggal lebih dulu.
“Pertandingan ini cukup berat bagi kami karena sempat tertinggal 1-0. Mungkin kami harus bersyukur tidak kalah di sini. Ke depannya, kami akan melakukan evaluasi dan berharap pertandingan berikutnya bisa mendapatkan hasil maksimal,” pungkas Sani.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung