Buru Kian Kokoh Jadi Lumbung Pangan Maluku, Serapan Gabah Capai 3.472 Ton

Buru,Maluku (sundalanews.com) – Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara terus memperkuat penyerapan hasil panen petani guna menjaga stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Buru, Manajer Pengadaan dan Operasi Kanwil Maluku dan Maluku Utara, Abdul Azis, melakukan monitoring langsung terhadap kondisi panen kedua yang saat ini berlangsung di daerah tersebut.

Menurut Abdul Azis, hasil panen kedua di Kabupaten Buru menunjukkan perkembangan yang sangat menggembirakan. Produksi gabah petani dinilai cukup baik dan mampu mendukung program penyerapan pemerintah.

“Kunjungan kami ke Kabupaten Buru untuk melaksanakan monitoring kondisi panen. Dari hasil pantauan di lapangan, panen kedua yang berlangsung mulai beberapa hari terakhir menunjukkan hasil yang sangat baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini Bulog telah menyerap 3.472 ton gabah di Kabupaten Buru. Sementara itu, serapan beras mencapai 230 ton dengan total setara beras sekitar 2.006 ton.

Sedangkan capaian target untuk kanwil maluku dan malut adalah Gabah 5.268 ton atau 94,79% sr target 5.547 ton Beras 620 ton atau 31,06% dr target 1.998 ton setara beras 3.309 ton 68,45% dr target 4.835 ton. Melampaui target awal 2.617 ton

Abdul Azis mengungkapkan bahwa capaian tersebut telah melampaui target awal yang diberikan pemerintah.

“Target awal kami hanya 617 ton dan capaian saat ini sudah melebihi 100 persen. Namun karena realisasi yang cukup baik, kantor pusat kembali menambah target penyerapan,” katanya.

Target baru yang diberikan kepada Kanwil Maluku dan Maluku Utara yakni 5.547 ton gabah, 1.998 ton beras, dan 4.835 ton setara beras. Hingga saat ini capaian penyerapan gabah telah mencapai 94,79 persen, sedangkan beras 31,6 persen dari target yang ditetapkan.

Kendala Pasca Panen Masih Menjadi Tantangan
Meski produksi pertanian di Kabupaten Buru terus meningkat, Abdul Azis menilai masih terdapat sejumlah kendala yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada sektor pasca panen.

Dari hasil kunjungan ke sejumlah mitra penggilingan padi, Bulog menemukan bahwa sebagian besar penggilingan masih belum memiliki fasilitas dryer (alat pengering gabah) yang memadai.

Menurutnya, keberadaan dryer sangat penting untuk menjaga kualitas gabah, terutama saat musim hujan.

“Kami sudah mengunjungi seluruh mitra penggilingan. Memang saat ini masih ada keterbatasan sarana pasca panen, terutama dryer. Namun kami mengapresiasi salah satu mitra yang sudah mulai membangun fasilitas pengering gabah. Ini akan sangat membantu petani ketika musim hujan sehingga kualitas gabah tetap terjaga dan hasil penggilingan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah dan para pelaku usaha penggilingan dapat terus meningkatkan fasilitas produksi sehingga Kabupaten Buru mampu menghasilkan beras premium secara mandiri.

Bantuan Pangan Tersalurkan 100 Persen
Selain menyerap hasil panen petani, Bulog juga menjalankan program pemerintah berupa penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

Untuk Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan, tercatat sebanyak 30.092 Penerima Bantuan Pangan (PBP) telah menerima bantuan beras dengan total penyaluran mencapai 601.840 kilogram.

Setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras, yang merupakan alokasi untuk dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret.

Selain beras, masyarakat juga menerima bantuan minyak goreng sebanyak 4 liter per penerima untuk periode dua bulan. Total minyak goreng yang telah disalurkan mencapai 120.368 liter.

“Bantuan ini diberikan secara gratis oleh pemerintah pusat dan sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Selain itu juga berperan dalam menjaga daya beli masyarakat dan membantu pengendalian inflasi daerah,” ungkap Abdul Azis.

Ia menambahkan, realisasi penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Buru dan Buru Selatan telah mencapai 100 persen.

Stok Beras Aman, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir
Bulog juga terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memastikan ketersediaan beras di pasar serta menjaga harga tetap terkendali.

Dari hasil pemantauan di Pasar Namlea, harga beras premium masih relatif stabil di kisaran Rp15.000 per kilogram, atau masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.500 per kilogram. Sementara beras SPHP dijual dengan harga sekitar Rp65.000 per pack 5 kg atau 13.000 per kg.

Abdul Azis memastikan stok beras di Kabupaten Buru saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu kelangkaan beras. Stok yang tersedia sangat cukup dan distribusi terus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Saat ini juga terdapat sekitar 1.800 ton beras yang disuplai ke Kota Ambon sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan di Maluku.
Ia menilai potensi pertanian Kabupaten Buru sangat besar dan mampu menjadi salah satu sentra produksi pangan di Maluku.

Namun untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk, diperlukan dukungan peningkatan fasilitas penggilingan dan teknologi pasca panen.
“Produksi padi di Kabupaten Buru sudah sangat baik. Yang perlu ditingkatkan sekarang adalah sarana penggilingan agar daerah ini mampu memproduksi beras premium sendiri sehingga kebutuhan masyarakat tidak terus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” pungkasnya.(KL25)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

PANGDAM XXI/RI : PERKUAT SILATURAHMI DAN KEBERSAMAAN

Lampung Utara (sundalanews.com) – Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), mengajak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *