Butuh Waktu Satu Bulan Hanya Untuk Uang Tiga Ratus Ribu

SUNDALANEWS.COM – Ali Uzi (44) Warga Pekon Padang Haluan, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Peaiair Barat. Pria paru baya ini mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya akibat jatuh dari Pohon Malinjo.

” Sudah sepuluh tahun saya tidak bisa berjalan karna jatuh dari pohon Malinjo ketika saya lagi ngambil buah Malinjo untuk sayur”, ujarnya sambil terus bekerja merajut benang jala.

Dia pun berpesan untuk berhati-hati ketika memanjat pohon Malinjo karna pohonya agak rapuh jangan sampai mengalami nasip serupa seperti dirinya.

Akibat jatuh dari pohon Malinjo sepuluh tahun yang lalu, Peria yang tinggal sendirian dirumah nya ini mengalami kelumpuhan/ tidak bisa berjalan layaknya pria normal.

” Dulu ketika saya habis jatoh hanya berobat tradisional (diurut-urut saja) maklum saja karna tidak ada biaya untuk ke Dokter,” kata Ali Uzi.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, Ali Uzi dengan tekun membuat jala, jaring, itupun kalau ada pesanan., dan untuk satu buh jala Ali bisa menyelesaikan dalam waktu satu bulan dan mendapat imbalan Rp 300,000′ (tiga ratus ribu rupiah).

“Kalau tidak ada pesanan ya terpaksa nganggur, mau bikin sendiri tidak ada modal,” ujar Ali sambil selonjoran ditempat tidurnya.

Dengan uang Tiga Ratus Ribu Sebulan Ia mengatakan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, apalagi ahir-ahir ini Kakinya yang sebelah kanan, tidak bisa digerakkan lagi dan terkadang merasa sakit yang tak terhingga.

” Obat harus ada terus karna, sewaktu-waktu rasa sakit dikaki saya datang dengan tiba-tiba jadi, saya harus minum obat, dengan minum obot rasa sakitnya berangsur-angsur berkurang,”jelas Ali sambil menunduk.

Untuk memenuhi kebutuhannya Ali uzi dibantu saudara-saudaranya dan tetangganya. Setiap hari saudaranya ada yang datang membawakan sayur dan menimbakan air untu Ali Uzi mandi, maklum dirumahnya belum ada mesin air. Sedangkan untuk nasi dia bisa masak sendiri dengan menggunakan Listrik.

” Kadang saya minta bantuan tetangga untuk menimbakan air buat mandi kalau saudara saya kebetulan tidak datang,”ujarnya.

Ali uzi mempunyai dua orang anak, kedua-duanya tidak tinggal bersamanya. Anak perempuan Ali bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan tingal ditempat Ia bekerjanya. Hanya sekali-sekali menengok, kata Ali Uzi. Sedang Anak laki-lakinya juga tingal ditempat lain.

“Anak saya yang perempuan kerja sebagai pembantu rumah tangga dan tinggal disana sedangkan yang laki-laki dan menantu saya juga tingal ditempat lain usaha,” terang ali sambil mengusap mukanya.

Tidak banyak lagi aktipitas yang bisa dikerjakan Ali Uzi malum saja dengan kondisi pisiknya yang lumpuh dia hanya bekerja menjadi pengrajin jala, itu pun kalau ada pesanan. Untuk sekedar keluar rumah saja iapun harus berjuang keras untuk menaiki korsi roda.

” Minta do’anya supaya saya bisa sehat terus dan bisa bekerja sebagai pengrajin jala untuk memenuhi kebutuhan,” harapnya sambil menundukkan kepala. (Yus/Adi)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Sinergi Pemprov, Sekolah, dan Orang Tua Kunci Sukses Sekolah Ramah Anak

Bandar Lampung (sundalanews.com) – Pemerintah Provinsi Lampung bersama TP PKK Provinsi Lampung terus memperkuat komitmen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *