Kapolres Buru Tinjau Harga dan Bahan Pokok di Pasar Inpres Namlea

Buru,Maluku (sundalanews.com) – Guna memastikan ketersediaan stok dan harga kebutuhan pokok usai Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah tahun 2023, Kapolres Pulau Buru AKBP Nur Rahman meninjau secara lansung kondisi stok dan harga kebutuhan pokok di pasar Inpres Namlea. Rabu 26/4/2/2023.

Kapolres Pulau Buru AKBP Nur Rahman yang di dampingi Kasat Reskrim, Kasat Tahti, Kasi Humas, dan Kanit II Sat Intelkam, mendatangi pasar Inpres Namlea guna mengecek kondisi pasar secara lansung dan berdiskusi dengan para pedangan tentang harga dan bahan kebutuhan pokok.

Adapun sejumlah bahan pokok yang di tinjau seperti beras, gula pasir, telur dan minyak goreng. Selain itu juga terdapat bahan penunjang lainya seperti cabai, tomat dan lain nya.

Kapolres Pulau Buru AKBP Nur Rahman menjelaskan untuk harga sembako pasca lebaran Idul Fitri 2023, mengalami penurunan seperti Kacang Tanah/Kg yang sebelumnya Rp. 40.000 Ribu turung menjadi Rp. 33.000 Ribu. Kacang Hijau/Kg yang sebelumnya Rp. 28.000 Ribu turung menjadi Rp. 27.000 Ribu, Untuk Cabai Kecil/Kg yang sebelumnya Rp. 80.000 Ribu turung menjadi Rp. 20.000 Ribu dan Cabai keriting/Kg yang sebelumnya Rp. 50.000 Ribu turung menjadi Rp 30.000 Ribu rupiah.

Salah satu faktor penurunan harga cabe merah besar dan cabe kecil disebabkan karena daya beli masyarakat sudah mulai berkurang tidak sama seperti jelan lebaran Idul Fitri hari kemarin yang masih tinggi permintaan di kalangan masyarakat. Namun ada beberapa bahan penunjang lainnya yang masih mengalami kenaikan.

Dari hasil peninjauan perkembangan harga sembako oleh Kapolres Polres Pulau Buru sendiri di pasar Inpres Namlea Kabupaten Buru masih terlihat normal, karena akses transportasi laut masih berjalan lancar. (KL25)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Bandar Lampung Tidak Layak Banjir, Akademisi UBL Dorong Penanganan Terpadu Berbasis Infrastruktur dan Tata Lingkungan

Bandar Lampung (sundalanews.com) — Permasalahan banjir yang terus berulang di Kota Bandar Lampung dinilai bukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *