Jalan Buruk Ekonomi Terpuruk

Pesisir Barat ( sundalanews.com) – Upaya pemerintah untuk membuka akses daerah-daerah terpencil yang terisolir dari daerah lainnya belumlah sepenuhnya terwujud.

Masih cukup banyak daerah-daerah terpencil dan terisolir di Indoneaia Tak terkecuali di daerah Provinsi Lampung. Seperti yang harus dirasakan oleh masyarakat Way Haru di Kabupaten Pesisir Barat.

Warga harus merasakan hidup terisolis dari dunia luar, karena sulitnya akses Jalan menuju wilayah desa mereka.

Bahkan, rencana pemerintah untuk membangun jalan dan jaringan listrik yang mereka sangat idam- idamkan semakin tidak jelas.

Jalan berat perjuangan warga Way haru menuju kesejahteraan , dipastikan makin berat jika, KLHK tidak mampu memberi solusi terbaik.

Pasalnya, akses jalan menuju ke Way Haru akan melewati hutan kawasan.

Pemerintah kabupaten Pesisir Barat dan Provinsi Lampung, seakan tak memiliki solusi.

Perjalanan pergi-pulang ke Way Haru memang unik sekaligus pilu. Sebab ruas jalan sepanjang 16 kilometer ini bisa ditempuh dalam 4 jam jika musim kemarau.

Namun waktu musim penghujan waktu tempuh bisa tujuh Jam bahkan bisa sampai sehari semalam.

Penyebab lambatnya waktu tempuh adalah jalan berlumpur jika musim hujan. Selain itu bisa juga didenapkan muara yang banjir. Ada tujuh muara yang harus dilewati sepanjang perjalanan dari Way Heni—Way Haru, selain hal tersebut pasang-surut air laut juga menjadi pemasalahan.

Jika muara banjir, pelintas harus menunggu sampai surut. Sedangkan jika air laut pasang pada musim angin barat, praktis permukaan pantai tidak bisa dilalui kendaraan.

Garis pantai memang jadi ruas jalan alternatif bagi warga untuk menghindari jalan tanah di sisi rimba yang rusak parah, Itu adalah jalan patroli milik BBTNBBS.

Sesuai peruntukkannya, jalan patroli adalah jalan tanah yang tidak ditingkatkan kualitasnya menjadi jalan onderlagh ataupun jalan beton apalagi aspal.

Karena kondisi jalan tanah yang buruk, sudah sejak lama warga menggunakan gerobak sapi sebagai moda angkutan barang.

Akibat sering diinjak kaki sapi, kondisi badan jalan tersebut saat ini penuh lubang dan sangat sulit dilintasi kendaraan lain.
Buruknya kondisi jalan ditambah faktor alam yang sangat sulit perekonomin warga Way Haru semakin sulit.

Nengsih salah seorang warga way Haru mengatakan, cerita tentang sulitnya kehidupan di Way Haru adalah kisah lama dan usang bahkan bisa jadi sudah berlangsung ratusan tahun, yang hingga kini belum ada titik terang.

“Tapi ini kampung kami,Sejak nenek saya kami sudah tinggal di sini, jadi kami tak mungkin pindah,”Ungkapnya.

Dengan penuh keyakinan Ningsih tetap percaya suatu hari nanti Permasalahan warga Way Haru bisi selesai .,” semoga alloh memgabulkan harapan kami,” tutup Ningsih. (Yus /Adi)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Jamda II RX-King Lampung Resmi Dibuka, Wabup Syaiful: Keselamatan Harus di Atas Kecepatan

Kalianda (sundalanews.com)  – Deru khas motor legendaris RX-King menggema di Lapangan Lampung Selatan Expo, Kalianda, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *