KALIANDA (sundalanews.com) – Rabu, 10 Juni 2026, menjadi hari yang istimewa bagi puluhan anak TK IT Al Mumtaza Kalianda. Hari yang menghadirkan senyum penuh kebanggaan sekaligus haru yang sulit disembunyikan.
Hari ketika langkah-langkah kecil yang dahulu memasuki gerbang sekolah dengan malu-malu, kini bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan lebih percaya diri.
Di Aula PKK Lampung Selatan, suasana hangat terasa sejak pagi. Tawa anak-anak berpadu dengan sorot mata bangga para orang tua yang hadir menyaksikan momen pelepasan murid Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza Tahun Ajaran 2025/2026.
Bagi sebagian orang tua, hari itu bukan sekadar acara perpisahan sekolah, melainkan penanda berakhirnya sebuah fase penting dalam tumbuh kembang buah hati mereka.
Selama satu, dua, bahkan tiga tahun terakhir, anak-anak itu menghabiskan hari-harinya di lingkungan TK IT Al Mumtaza. Mereka belajar mengenal huruf dan angka, belajar berbagi dengan teman, belajar disiplin, hingga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Kini, semua proses itu mencapai puncaknya dalam sebuah prosesi pelepasan yang penuh makna.
Tak sekadar seremoni formalitas yang kaku, pelepasan angkatan kedelapan ini disemarakkan oleh panggung pertunjukan seni yang memukau.
Anak-anak yang dahulu kerap menangis saat ditinggal di kelas, kini bertransformasi menjadi penampil yang berani di atas panggung besar.
Beragam penampilan disuguhkan dengan penuh semangat, mulai dari keluwesan gerak tari tradisional, keceriaan modern dance, hafalan Asmaul Husna, kedalaman ekspresi drama musikal, retorika lugu dari dai cilik, hingga harmoni suara dari permainan angklung.
Tepuk tangan berkali-kali menggema memenuhi ruangan. Setiap penampilan menjadi bukti bagaimana anak-anak yang dahulu pemalu kini berani tampil di hadapan banyak orang.
Di balik setiap gerakan dan senyum yang ditampilkan, tersimpan proses panjang pembelajaran yang telah mereka lalui bersama para guru.
Antusiasme yang membuncah dari para murid ini seolah menegaskan bahwa proses belajar di TK IT Al Mumtaza telah berhasil membentuk karakter yang berani dan mandiri.
Momentum tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Kalianda Evi Utami, Pengawas TK Hardita, M.Pd, Korwil Pendidikan Kecamatan Kalianda Susmiati, SE, serta Ketua Yayasan Al Mumtaza Zahirah Kalianda Abiriandi Alghifari, S.Pd.
Dalam sambutannya, Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, S.Pd, menyampaikan bahwa hari pelepasan merupakan puncak dari seluruh proses belajar dan bermain yang telah dijalani anak-anak selama berada di sekolah.
Menurutnya, beberapa tahun lalu para orang tua telah mempercayakan putra-putrinya kepada para guru untuk didampingi belajar dan bermain bersama. Kini, tibalah saatnya anak-anak kembali ke pangkuan keluarga dengan bekal pengetahuan, pengalaman, serta kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama berada di sekolah.
“Hari ini adalah puncak dari bermainnya anak-anak selama mereka di TK Al Mumtaza. Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini dan menyaksikan perjalanan mereka sampai pada tahap ini,” ujarnya.
Di hadapan para orang tua, Andriani juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh guru. Ia menyadari bahwa dalam proses mendidik, mungkin terdapat kekhilafan dalam ucapan maupun tindakan yang tidak disengaja.
Namun, ia menegaskan bahwa setiap nasihat, teguran, dan bentuk pendampingan yang diberikan semata-mata dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta membanggakan keluarga.
“Semua yang kami lakukan bukan karena kami tidak sayang kepada anak-anak. Justru karena kami ingin menjalankan amanah dari ayah dan bunda agar mereka tumbuh menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar berbagai kebiasaan baik yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah. Dukungan dan pendampingan orang tua, menurutnya, menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan proses pendidikan anak.
“Sedikit ilmu yang sudah kami berikan mohon diterapkan kembali. Kebiasaan baik yang sudah dibangun di sekolah mohon dilanjutkan di rumah. Dan teruslah membimbing anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan cita-cita mereka,” pesannya.
Menjelang akhir acara, suasana yang semula riang perlahan berubah menjadi haru. Momen prosesi serah terima murid dari pihak sekolah kepada orang tua menjadi salah satu bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut.
Pelukan hangat, senyum, dan mata yang berkaca-kaca terlihat di berbagai sudut ruangan. Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata saat menyadari bahwa kebersamaan yang selama ini terjalin antara anak-anak, guru, dan sekolah akan segera berakhir.
Hari itu bukan tentang meninggalkan sekolah, melainkan tentang melanjutkan perjalanan. Tentang anak-anak yang telah tumbuh selangkah lebih maju, membawa bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menemani mereka di masa depan.
Gerbang TK IT Al Mumtaza mungkin akan mereka tinggalkan, tetapi kenangan tentang ruang kelas pertama, guru yang membimbing dengan penuh kesabaran, sahabat bermain, serta pelajaran-pelajaran sederhana tentang kebaikan akan tetap tersimpan dalam ingatan.
Dari langkah-langkah kecil yang pernah ragu, kini lahir langkah-langkah baru yang lebih mantap. Dan dari aula sederhana yang dipenuhi tawa serta air mata itu, masa depan anak-anak tersebut mulai menuliskan babak berikutnya. (*)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung