Lampung Timur (sundalanews.com) – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Lampung Timur bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, dan industri jasa keuangan meluncurkan Program Desa PERKASA (Perekonomian Kuat Masyarakat
Sejahtera) di Desa Margasari dan Desa Sukorahayu, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.
Peluncuran program yang dilaksanakan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih
(KNMP) tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses layanan keuangan formal, penguatan pelindungan risiko, serta peningkatan literasi dan pengelolaan keuangan masyarakat. Program Desa PERKASA merupakan salah satu program prioritas TPAKD Provinsi Lampung Tahun 2026 yang diarahkan untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan program di Desa Margasari dan Sukorahayu diharapkan dapat mendukung optimalisasi pemanfaatan infrastruktur KNMP melalui penguatan aktivitas ekonomi produktif, khususnya pada sektor perikanan tangkap, perdagangan, pengolahan hasil perikanan, dan usaha mikro masyarakat pesisir. Integrasi Infrastruktur, Pemberdayaan Ekonomi, dan Akses Keuangan Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, dalam sambutan yang disampaikan oleh Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi
dan Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah dan Layanan Manajemen Strategis, menekankan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi penting bagi peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat.
Namun demikian, keberadaan infrastruktur perlu didukung oleh penguatan kapasitas usaha, kelembagaan ekonomi, akses pasar, serta layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih merupakan fondasi penting bagi penguatan ekonomi pesisir. Namun, agar infrastruktur tersebut memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan, diperlukan penguatan kapasitas usaha, kelembagaan, akses pasar, serta dukungan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat,” ujarnya.
“Melalui Desa PERKASA, kita ingin memastikan bahwa akses keuangan tidak berhenti pada pembukaan rekening atau penyaluran pembiayaan, tetapi benarbenar menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir,” lanjutnya.
Desa Margasari dan Sukorahayu merupakan dua lokasi pembangunan KNMP Tahap I di Provinsi Lampung. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kegiatan, pembangunan infrastruktur pada kedua lokasi tersebut telah mencapai 100 persen. Melalui sinergi program Desa PERKASA, keberadaan infrastruktur KNMP
diharapkan semakin terhubung dengan kegiatan ekonomi produktif masyarakat, termasuk pengembangan usaha nelayan, pengolahan hasil laut, perdagangan, dan kegiatan ekonomi pendukung lainnya.
Kolaborasi TPAKD Perluas Akses Keuangan dan Penguatan Usaha Masyarakat Pelaksanaan Desa PERKASA melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, OJK Provinsi Lampung, BRI, Bank Lampung, BPRS Lampung Timur, PNM, Asuransi Astra, Bursa Efek Indonesia, dan
Phintraco Sekuritas.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kegiatan yang diarahkan untuk
menjawab kebutuhan keuangan masyarakat pesisir. Pertama, perluasan akses pembiayaan produktif melalui keterlibatan lembaga jasa keuangan, termasuk perbankan, BPRS, dan PNM, untuk mendukung pengembangan usaha mikro,
perdagangan, serta kegiatan usaha produktif masyarakat nelayan. Akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan usaha, kelayakan pembiayaan, dan kemampuan pengembalian masing-masing pelaku usaha.
Kedua, penguatan pelindungan risiko melalui dukungan produk asuransi dari Asuransi Astra bagi masyarakat nelayan, dengan mempertimbangkan karakteristik risiko pekerjaan dan kebutuhan pelindungan keluarga. Ketiga, peningkatan budaya menabung sejak dini melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) yang melibatkan satuan pendidikan dan lembaga perbankan.
Keempat, peningkatan literasi dan pemahaman investasi melalui edukasi pasar modal oleh Bursa Efek Indonesia bersama Phintraco Sekuritas, termasuk pemahaman mengenai manfaat, risiko, serta pentingnya berinvestasi melalui lembaga yang berizin dan sesuai dengan profil risiko masyarakat. Kelima, penguatan
literasi dan pelindungan konsumen melalui edukasi pengelolaan keuangan, penggunaan produk dan layanan keuangan secara bijak, serta kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal.
Dalam pelaksanaan kegiatan, turut dilakukan fasilitasi layanan keuangan dan penyerahan simbolis kepada masyarakat. Tercatat penyaluran pembiayaan melalui PNM Mekaar telah mencapai Rp2.349.000.000 sampai dengan Oktober 2026, penyaluran kredit oleh BRI sebesar Rp1.350.000.000 kepada 25 debitur, serta
penyaluran fasilitas Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) Kabupaten Lampung Timur sebesar Rp35.000.000 kepada 2 debitur selama bulan Oktober. Dihadirkan dukungan perlindungan dan rasa aman dari PT Astra melalui pemberian 150 polis asuransi jiwa kepada para pelaku UMKM dan nelayan. Diwujudkan pula bentuk
inklusi melalui pembukaan 150 rekening saham oleh BEI dan PT Phintraco Sekuritas kepada pelaku UMKM dan nelayan.
Pemerintah Daerah Dorong Penguatan Ekonomi Produktif Masyarakat Pesisir Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, melalui sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Timur, menyampaikan apresiasi kepada OJK, Bank Indonesia, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku
kepentingan atas dukungan serta kolaborasi dalam pengembangan potensi ekonomi
masyarakat pesisir.
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memandang bahwa penguatan sektor
kelautan dan perikanan perlu dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya melalui peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga pengembangan usaha pengolahan, perdagangan, penguatan kapasitas masyarakat, dan perluasan akses layanan keuangan.
“Peningkatan kesejahteraan tidak cukup hanya dengan mengandalkan hasil tangkapan ikan. Masyarakat juga perlu memperoleh akses terhadap layanan keuangan yang mudah, aman, dan terjangkau, disertai pengetahuan dalam
mengelola keuangan. Mari kita jadikan Desa Margasari dan Sukorahayu sebagai contoh desa yang produktif, mandiri, melek keuangan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang baik,” sebagaimana disampaikan dalam sambutan Bupati.
Kolaborasi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat
memperkuat pengembangan ekonomi lokal sekaligus mendorong pemanfaatan
infrastruktur dan potensi sumber daya pesisir secara lebih produktif. Literasi Keuangan dan Pelindungan Konsumen sebagai Fondasi Pemberdayaan Selain memperluas akses layanan keuangan, Program Desa PERKASA juga
menempatkan peningkatan literasi keuangan sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026, indeks literasi keuangan masyarakat perdesaan tercatat sebesar 64,42 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan
mencapai 90,39 persen. Sementara itu, pada kelompok profesi petani, peternak, pekebun, dan nelayan, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 59,75 persen dengan indeks inklusi keuangan sebesar 87,82 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memastikan bahwa perluasan akses layanan keuangan juga diikuti oleh peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami manfaat, biaya, kewajiban, dan risiko produk keuangan yang digunakan. Penguatan literasi menjadi semakin relevan di tengah berkembangnya berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.
Sepanjang Januari hingga September 2026, OJK Provinsi Lampung mencatat 511 laporan terkait pinjaman online ilegal dan 70 laporan terkait investasi ilegal. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip Legal dan Logis (2L) sebelum menggunakan produk keuangan maupun melakukan investasi, serta
menghindari aktivitas judi online dan berbagai bentuk penawaran layanan keuangan ilegal.
Mendorong Keberlanjutan Pemberdayaan Ekonomi Desa Peluncuran Desa PERKASA di Margasari dan Sukorahayu diharapkan menjadi
langkah awal penguatan ekosistem ekonomi masyarakat pesisir melalui sinergi pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, dan masyarakat.
Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah masyarakat yang memperoleh akses layanan keuangan, tetapi juga dari sejauh mana layanan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung usaha produktif, meningkatkan
kapasitas ekonomi, memperkuat ketahanan keuangan keluarga, serta menciptakan
peluang usaha yang berkelanjutan.
Untuk itu, kolaborasi dalam kerangka TPAKD perlu terus diarahkan pada penguatan pendampingan, peningkatan kapasitas pelaku usaha, pemanfaatan produk dan layanan keuangan secara bertanggung jawab, serta pemantauan perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat penerima manfaat.
Melalui Program Desa PERKASA, TPAKD Kabupaten Lampung Timur bersama
seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat peran desa pesisir
sebagai pusat pertumbuhan ekonomi lokal yang produktif, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung