NAMLEA (sundalanews.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buru menggelar rapat paripurna dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Buru, Jumat (9/10/2026). Agenda tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bupolo.
Peringatan hari jadi Kabupaten Buru yang jatuh pada 12 Oktober 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum ini juga menjadi ruang refleksi terhadap berbagai capaian yang telah diraih, sekaligus tantangan yang masih harus dijawab oleh pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat.
Rapat paripurna tersebut dihadiri Bupati Buru Ikram Umasugi, Wakil Bupati Sudarmo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, Sekretaris Daerah Azis Tomia, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat dan kepala desa, organisasi kepemudaan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ikram Umasugi menyampaikan ucapan selamat memperingati HUT ke-27 Kabupaten Buru. Ia menegaskan bahwa perjalanan daerah selama 27 tahun merupakan bagian dari sejarah perjuangan dan kerja bersama berbagai elemen masyarakat dalam mendorong kemajuan Buru.
Menurutnya, peringatan hari jadi daerah harus dimaknai lebih dari sekadar perayaan. Momentum tersebut perlu menjadi kesempatan untuk menilai hasil pembangunan, mengenali kekurangan, serta memperkuat langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buru di berbagai sektor. Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah keberhasilan Kabupaten Buru meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali berturut-turut atas laporan keuangan pemerintah daerah.
Capaian tersebut menjadi indikator penting dalam upaya membangun tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Meski demikian, predikat WTP tetap harus diikuti dengan pengelolaan anggaran yang efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keberhasilan administratif tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran kemajuan daerah. Penggunaan anggaran dan pelaksanaan program pemerintah perlu dipastikan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah pedesaan dan kawasan yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur serta pelayanan dasar.
Dengan demikian, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, bukan alasan untuk berpuas diri. Keberhasilan pembangunan pada akhirnya harus tercermin dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Buru masih dihadapkan pada sejumlah tantangan pembangunan. Peningkatan infrastruktur, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik tetap menjadi aspek penting yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, aparatur pemerintahan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan sesuai prioritas dan memberikan dampak yang luas.
Rapat paripurna HUT ke-27 Kabupaten Buru sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah bukanlah tanggung jawab satu pihak semata, melainkan kerja bersama yang membutuhkan persatuan, konsistensi kebijakan, pengawasan, dan komitmen terhadap kepentingan rakyat.
Melalui momentum hari jadi ini, Pemerintah Kabupaten Buru diharapkan terus memperkuat fondasi pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memastikan kebijakan dan anggaran daerah benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dua puluh tujuh tahun perjalanan Kabupaten Buru menjadi catatan sejarah yang patut disyukuri sekaligus amanah untuk melanjutkan pembangunan. Harapannya, setiap kemajuan yang dicapai tidak hanya tercatat dalam laporan dan penghargaan, tetapi juga bermuara pada kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Bupolo.(KL25)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung