BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) — Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memperkuat keterampilan inovasi digital siswa SMAN 5 Bandar Lampung melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dengan pendekatan Design Thinking dan perancangan prototipe digital berbasis Figma, pada Selasa (11/8/26).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Sekolah Binaan Kampus Unggul IIB Darmajaya yang dirancang untuk membantu siswa mengembangkan gagasan menjadi solusi digital yang lebih nyata. Program pengabdian ini didanai melalui Hibah Institusi IIB Darmajaya sebagai bentuk dukungan perguruan tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kompetensi generasi muda.
Adapun pengabdian dipimpin Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., sebagai ketua dan anggota terdiri dari Anggawidia Wibaselppa, S.E., M.M. dan Ari Purnomo, S.Kom., M.M.T., serta mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Ghani Anris Arijongga , Ahmadan Habibi Hidayat, Muhamad Aqdam Setiawan dan Razafitsalama Miandrisoa Harisson Avotriniaina.
Program bertajuk “Penguatan Inovasi Digital Siswa melalui Pendekatan Design Thinking dan Perancangan Prototipe Berbasis Figma pada Program Sekolah Binaan SMA 5 Bandar Lampung” tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mendorong siswa agar tidak berhenti pada tahap menghasilkan ide, tetapi mampu mengembangkan ide tersebut menjadi solusi digital yang dapat divisualisasikan melalui prototipe.
Penguatan tersebut menjadi relevan dengan kebutuhan keterampilan abad ke-21 yang mencakup critical thinking, creativity, collaboration, dan communication (4C). Dalam pelaksanaannya, program juga menjawab sejumlah tantangan, seperti ide siswa yang masih berhenti pada tahap konsep, keterbatasan keterampilan menggunakan perangkat digital seperti Figma, serta pembelajaran yang belum sepenuhnya menghasilkan suatu produk nyata.
Melalui pendekatan Design Thinking, siswa diarahkan untuk memahami proses identifikasi masalah, menghasilkan ide, mencari solusi, hingga menuangkannya dalam bentuk prototipe digital. Pelatihan Figma diberikan dengan pendekatan non-coding sehingga siswa dapat memvisualisasikan solusi digital tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman.
Program ini juga mengintegrasikan Project-Based Learning dan penanaman entrepreneurial mindset berbasis value creation. Siswa didorong untuk mengembangkan prototipe berdasarkan permasalahan nyata di lingkungan sekolah sekaligus memahami bagaimana sebuah solusi dapat memberikan nilai bagi penggunanya.
Pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan Design Thinking, pelatihan Figma, pembuatan prototipe, serta pendampingan dan evaluasi.
SMA Negeri 5 Bandar Lampung menjadi mitra dalam Program Sekolah Binaan IIB Darmajaya. Sekolah tersebut memiliki sekitar 730 siswa dan memiliki akses yang relatif dekat dengan IIB Darmajaya, yakni sekitar 5,3 kilometer.
Kepala SMA Negeri 5 Bandar Lampung, Linda Krisnawati, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan IIB Darmajaya yang kembali menjadikan SMA Negeri 5 Bandar Lampung sebagai sekolah binaan untuk tahun kedua.
“Kami sangat mengapresiasi IIB Darmajaya yang kembali memberikan kepercayaan kepada SMA Negeri 5 Bandar Lampung sebagai sekolah binaan untuk tahun kedua. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi siswa karena memberikan pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan perkembangan teknologi. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi siswa maupun sekolah,” ucapnya.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga bagaimana siswa mampu menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan yang mereka temukan di lingkungan sekitar. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong siswa agar tidak hanya memiliki ide, tetapi mampu mengolah ide tersebut menjadi sebuah solusi yang dapat divisualisasikan dalam bentuk prototipe digital. Pendekatan Design Thinking membantu siswa belajar memahami masalah, berpikir kritis, mencari solusi, kemudian mengimplementasikan gagasan tersebut melalui Figma. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas, kemampuan digital, dan entrepreneurial mindset mereka,” ujarnya.
Program pengabdian tersebut menargetkan sedikitnya satu prototipe digital dari setiap kelompok siswa. Selain itu, program juga menargetkan siswa mampu membuat wireframe serta memahami konsep value creation.
Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya tidak hanya mendorong penguasaan perangkat digital, tetapi juga membangun pola pikir kreatif, kritis, kolaboratif, dan solutif pada siswa. Penggunaan Design Thinking dan Figma diharapkan dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk mengubah permasalahan di sekitar mereka menjadi gagasan yang dapat dikembangkan menjadi solusi digital.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen IIB Darmajaya dalam memperluas kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan kompetensi generasi muda. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung