BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Pernah terpikir, “Sebenarnya untuk apa saya belajar mata kuliah ini?” Pertanyaan sederhana itu kini dijawab Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Kurikulum Sistem Komputer berbasis Outcome-Based Education (OBE).
Kurikulum dirancang agar mahasiswa tidak sekadar tahu apa yang dipelajari, tetapi juga memahami mengapa harus mempelajarinya, kompetensi apa yang sedang dibangun, dan akan menjadi seperti apa kemampuan mereka ketika lulus.
Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., mengatakan pendekatan tersebut membuat arah pembelajaran lebih mudah dipahami mahasiswa tanpa mengurangi standar kompetensi.
“Yang kami sederhanakan bukan tingkat kompetensinya, tetapi cara mahasiswa memahami arah belajarnya. Mahasiswa perlu mengetahui apa yang dipelajari, kemampuan apa yang harus dikuasai, dan bagaimana semuanya mengarah pada kompetensi sebagai lulusan Sistem Komputer,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (10/8/2026).
Melalui OBE, kurikulum tidak lagi dipandang sekadar sebagai daftar mata kuliah. Setiap mata kuliah dirancang memiliki keterkaitan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sehingga mahasiswa dapat melihat hubungan antara satu pembelajaran dengan kompetensi yang ingin dicapai.
“Mahasiswa jadi bisa melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan kompetensi yang ingin dicapai. Mereka tidak hanya mengikuti mata kuliah satu per satu, tetapi memahami bagaimana setiap mata kuliah, CPMK, dan CPL saling terhubung hingga membentuk kompetensi yang dibutuhkan sebagai lulusan Sistem Komputer,” kata Dodi.
Keterhubungan itu dibangun mulai dari mata kuliah dasar seperti pemrograman, rangkaian listrik dan sistem digital hingga teknologi yang lebih kompleks seperti mikroprosesor, jaringan komputer, embedded system, sensor, Internet of Things (IoT), sistem kendali dan sistem cerdas.
Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan memahami teori. Mereka diarahkan untuk mampu menerapkan, menganalisis, merancang, mengintegrasikan hingga menguji solusi.
Dalam pembelajaran IoT, misalnya, mahasiswa tidak hanya mengenal konsep Internet of Things, tetapi juga belajar menghubungkan sensor dan aktuator, mengelola komunikasi data, mengintegrasikan perangkat dengan platform IoT hingga mengembangkan sistem untuk menyelesaikan persoalan tertentu.
Pembelajaran kemudian diperkuat melalui Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Learning (CBL). Mahasiswa didorong menggabungkan berbagai pengetahuan untuk menghasilkan prototipe, sistem monitoring, perangkat berbasis sensor, sistem kendali, aplikasi IoT maupun sistem cerdas.
“Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana sebuah teknologi bekerja, tetapi juga bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah,” jelas Dodi.
Kurikulum juga menyelaraskan kompetensi dengan sistem penilaian. Karena itu, kemampuan mahasiswa tidak hanya diukur melalui ujian tertulis, tetapi juga melalui praktikum, tugas, studi kasus, proyek, presentasi, portofolio dan bentuk asesmen lainnya sesuai karakteristik mata kuliah.
Bagi mahasiswa, pola tersebut membuat perjalanan belajar dari semester awal hingga akhir menjadi lebih terarah. Kompetensi dasar yang diperoleh pada semester awal menjadi fondasi untuk mempelajari teknologi yang lebih kompleks hingga diterapkan dalam proyek, kerja praktik, penelitian dan skripsi.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, struktur kurikulum ini juga memberikan gambaran lebih jelas mengenai kompetensi yang akan dibangun selama kuliah, khususnya bagi mereka yang tertarik pada IoT, perangkat cerdas, embedded system, jaringan komputer, otomasi dan teknologi digital.
“Kami ingin mahasiswa sejak semester awal mengetahui perjalanan kompetensinya. Ketika arah belajarnya dipahami, mereka akan lebih mudah menyadari bahwa setiap tugas, praktikum, proyek maupun ujian mempunyai kontribusi terhadap kemampuan yang harus dimiliki saat lulus,” tutur Dodi.
Melalui Kurikulum Sistem Komputer 2025 berbasis OBE, Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya berupaya menjadikan pembelajaran lebih terarah, relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung