Lampung (sundalanews.com) – Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 tahun 2026, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada tujuh orang yang dinobatkan sebagai mantan warga binaan terbaik se-Indonesia. Di antara mereka, nama Sariyanti dari Provinsi Lampung berhasil mencuri perhatian dan membawa pulang penghargaan bergengsi tersebut.
Perlu diketahui, Sariyanti juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dua Karang Taruna Lampung Selatan, sehingga prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi dan masyarakat setempat.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., dalam acara puncak peringatan yang digelar pada 27 April 2026 lalu. Bagi Sariyanti, anugerah ini datang di luar dugaan.
“Saya benar-benar tidak menyangka akan terpilih. Bagi saya, penghargaan ini bukan sekadar piagam, tapi bukti bahwa perubahan dan usaha keras tidak akan pernah sia-sia,” ujarnya saat diwawancara, Jumat (1/5/2026).
Keberhasilan Sariyanti mendapat apresiasi khusus dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi. Ia menilai sosok Sariyanti sebagai representasi wanita tangguh yang mampu bangkit dari masa lalu dan membuktikan diri di tengah masyarakat, serta berkontribusi aktif dalam pembinaan generasi muda melalui Karang Taruna. Menurutnya, kisah Sariyanti menjadi inspirasi bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk berbuat baik dan berkontribusi bagi bangsa.
Dalam kesempatan itu, Sariyanti juga menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh mantan warga binaan. Ia mengajak rekan-rekannya untuk terus menunjukkan prestasi dan manfaat bagi lingkungan sekitar, agar stigma negatif yang selama ini melekat perlahan hilang.
“Saya berpesan kepada teman-teman, tunjukkan bahwa kita bisa berbuat baik. Jangan biarkan masa lalu menentukan masa depan kita. Mari buktikan kita juga bisa berguna,” tegasnya.
Tak hanya itu, wanita yang akrab disapa Sari ini juga menyuarakan harapan agar pemerintah dan pengusaha lebih membuka akses lapangan pekerjaan bagi mantan warga binaan. Menurutnya, banyak dari mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan hanya karena status yang pernah disandang.
“Kami juga butuh hidup, juga punya keluarga yang harus ditanggung. Kalau anak yatim piatu banyak yang disayang, padahal banyak juga di antara kita yang juga yatim piatu. Jangan terus-terusan dipandang sebelah mata,” ungkapnya dengan nada penuh harap.
Ia pun mengajak mereka yang sudah sukses dan mapan untuk saling membantu. “Mari kita saling peduli. Bagi yang sudah berhasil, bantu teman-teman yang masih kesulitan. Kita adalah keluarga besar yang harus saling menguatkan,” pungkasnya.
Penghargaan yang diterima Sariyanti diharapkan menjadi titik balik yang menginspirasi lebih banyak orang untuk bangkit, berubah, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung