Bandar Lampung (Sundalanews.com) – Jalanan di Bandar Lampung masih sangat terasa dingin. Semilir angin menyambut langkah menuju gedung berpredikat tertinggi di Pulau Sumatera. Pagi itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung menggelar acara capacity building jurnalistik.
“Acara ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan insan pers, dalam penyebaran informasi ekonomi yang kredibel serta berimbang,” kata Humas BI Lampung Shaumi, saat membuka capacity building jurnalistik.
Puluhan jurnalis dari berbagai media di Lampung turut hadir dalam acara tersebut. Pemateri dari Tempo Institute Stefanus Pramono dihadirkan untuk memperluas kemampuan dalam menciptakan karya yang lebih kuat, informatif, dan relevan dengan kebutuhan pembaca.
Suasana hangat langsung terasa ketika mas Pram, begitu ia disapa, menyapa semua yang hadir didalam ruangan. “Selamat pagi semua, hari ini kita akan sama-sama belajar,” ujarnya dengan senyum ramah.

Meskipun santai, mas Pram menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami. Ia juga mengajak para jurnalis untuk menjaga integritas.
“Jurnalis harus berpegang pada kode etik jurnalistik. Tanpa itu, tulisan tidak hanya kehilangan kredibilitas, tetapi juga dapat menyesatkan publik,” katanya.
Bukan hanya diajak mendengarkan pemaparan, mas Pram turut mengajak para jurnalis berdiskusi. Tantangan peliputan hingga mengolah isu ekonomi lokal dibedah bersama.
Menurut mas Pram, berita ekonomi membutuhkan ketelitian dan pemahaman mendalam. Berita harusnya disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. “Tujuannya jelas, yaitu pembaca.”
Sesekali, pria yang sering ‘mejeng‘ di program ‘bocor alus tempo tersebut berbagi cerita mengenai pengalaman menjadi jurnalis. “Jadi jurnalis ngga melulu aman, kadang kita juga bisa salah,” ucapnya.
Dengan gaya bahasa yang santai dan lugas, mas Pram membedah berbagai tulisan berita ekonomi. Bagian terkecil pun, ia amati dan koreksi secara teliti. Celetukan sesekali terdengan dari para jurnalis. “Oh ternyata begini ya.”

Tak terasa waktu pun menjelang malam. Materi demi materi telah disampaikan oleh jurnalis yang kenyang pengalaman tersebut. Meskipun telah seharian belajar, tak ada wajah lelah ditunjukan mas Pram dan peserta.
“Dengan adanya acara ini, saya berharap agar materi yang telah disampaikan bisa memberikan manfaat yang besar bagi seluruh teman-teman jurnalis semua,” pesan mas Pram.
Kegiatan diakhiri dengan senyum dan tawa sumringah dari semua peserta. Pesan yang bisa diambil dari acara ini adalah, perbanyak pengetahuan dan pemahaman terkait berita ekonomi. Dan yang paling penting, jaga integritas sebagai jurnalis.(EN)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung