BANDAR LAMPUNG (Sundalanews.com) – Umat Buddha di Provinsi Lampung melaksanakan Puja Relik Buddha dan para Arahat Siswa Buddha. Kegiatan ini dilaksanakan di Vihara Bhaisajjyaguru Buddha Grha/STIAB Jinarakkhita Lampung, Selasa (27/12/2022) pagi, pukul 08.00 WIB.

Puja Relik Buddha dan para Arahat Siswa Buddha ini dipimpin oleh Ketua Sangha Agung Indonesia Provinsi Lampung, Biksu Nyanamaitri Mahasthavira (Suhu Xie Chin), dan diikuti oleh Anggota Sangha sebanyak 158 orang, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Lampung, Wanita Buddhis Indonesia (WBI) Provinsi Lampung.

Tidak hanya anggota sangha dan pengurus majelis, puja relik tersebut diikuti oleh Pengurus Cabang MBI dan WBI Kabupaten/kota se l-Provinsi Lampung. Kemudian, umat Buddha yang terdapat di Kota Bandar Lampung dan daerah lainnya di Provinsi Lampung.

“Dalam agama Buddha, dikenal adanya pencapaian tingkat kesucian. Semakin tinggi tingkat kesucian yang dicapai menandakan semakin tinggi pencapaian spiritual seseorang,” kata Ketua MBI Provinsi Lampung Indra Halim, didampingi Dewan Penasehat MBI Lampung, Ali Kuku, Selasa (27/12/2022).
“Begitu juga dengan relik ini, setelah seseorang meninggal dunia, maka sisa jenazah akan diteliti. Semakin tinggi pencapaian kesucian yang diperolehnya, maka semakin banyak relik yang akan ditemukan dari sisa-sisa abu jenazah orang tersebut,” tambah Koh Abun, sapaan akrabnya.

Secara umum relik Buddha disebut juga dengan nama Saririka Dhatu. Saririka berasal dari istilah Sanskerta yang berarti “tubuh”. Relik lebih sering diartikan menjadi sisa jasmani dari seseorang yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam melaksanakan ajaran Sang Buddha. Yang termasuk bagian dari relik yaitu bisa rambut, gigi, tulang ataupun abu kremasi.
Dalam tradisi Buddhis, ada 3 jenis relik :1. Saririka Dhatu : bagian tubuh Sang Buddha dan siswanya2. Paribhogika Dhatu : benda – benda yang digunakan Sang Buddha dan siswanya, seperti jubah, mangkuk, dan lain – lain.3. Uddesika Dhatu : objek – objek puja seperti arca Sang Buddha.

Pada zaman Buddha, banyak ditemukan seperti relik para arahat yang Parinibanna, relik para bhikkhu yang telah meninggal dunia, bahkan ditemukan juga relik dari orang biasa. Yang mana setelah mereka meninggal dunia dan di kremasi, ditemukan dua atau tiga butir relik yang berwarna – warni.
Hal munculnya relik pada tubuh orang – orang yang sudah meninggal, dikarenakan mereka ini merupakan orang yang tekun melaksanakan dan mempraktekan ajaran Sang Buddha dalam kehidupannya sehari – hari. Terutama dengan melatih meditasi, dengan tekun melaksanakan meditasi maka energi pikiran murni yang dipancarkan akan diserap oleh bagian – bagian tubuh, hingga akhirnya beberapa bagian tubuh berubah bentuk, dan mengkristal sehingga menjadi relik.(SUN1)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung