Peringatan Hut RI ke – 77 Daerah Terisolir, Pembina Upacara Berdiri Digundukan Tanah

Pesisir Barat (sundalanews.com) – Sudah 77 tahun Indonesia Merdeka namun hal tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh empat Pekon di Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat Lampung.

Ke empat Pekon (Desa) tersebut Siring Gading,Way Tias, Way Haru dan Bandar dalam, pasalnya hinga pada peringatan hari kemerdekaan yang ke 77 daerah tersebut masih terisolir.

Salahsatu yang membuat keterIsoliran wilayah tersebut sulitnya akses transportasi untuk menuju ke empat Pekon itu.

Meski Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) sudah berupaya namun sampai saat ini belum membuahkan hasil.

Walau dalam keterisoliran masyarakat empat Pekon tersebut tetap semangat untuk memperingati HUT kemerdekaan Indosia yang ke – 77 yang berlangsung di Wilayah Karang Bolong, Pekon Bandar Dalam.

Mereka tetap semangat melaksanakan upacara pengibaran sang Merah Putih di atas Kubangan lumpur dengan sebatang pohon Bambu tertamcap ditengahnya.

Wakil Bupati pesisir Barat A. Zulqoni Syarif bertindak sebagai pembina upacara, yang berdiri diatas gundukan tanah.

Upacara ditengah lumpur tersebut sebagai bentuk perotes masyarakat di empat Pekon, kepada pihak yang mempersulit untuk pembangunan Infrastruktur di daerah itu.

Tasman tokoh Adat mengatakan, pada tehun 1934 Beland sebagai penjajah sangat mudah memberikan perjanjian Enclave kepda Marga Belimbing.

“Sedangkan pada saat kita sudah merdeka justru sebaliknya, ini malah mempersulit hak wajib Marga Belimbing untuk meraskan nikmatnya kemerdekaan yang tertuang dalam UUD 1945.” Ungkapnya Rabu (17/8/2022).

Lanjutnya, jika Marga Belimbing masih tidak mendapatkan haknya untuk memperoleh Infr struktur, maka kurang lebih 8000 jiwa di daerah tersebut akan memboikot pemilu pada tahun 2024 dan melakukan Golput serentak.

Upacara didimpin oleh Wakil Bupati Pesibar Zulkoini Syarif yang merupakan Saibatin Marga Belimbing di empat Pekon tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama,beserta siswa – siswi setempat dan pihak terkait lain nya.
Muhammad Ramzi salah satu tokoh adat warga way haru berharap,” untuk membuka keterisoliran kami meminta kepada pemerintah, dibamgunkan jalan walaupun hanya 1 meter,” ungkap Ramzi dengan penuh harap. (Yus/Adi)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Dukung Estafet Kepemimpinan BGN, Bupati Radityo Egi Optimistis Program MBG Makin Akseleratif

Kalianda (sundalanews.com) – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *