Namlea (sundalanews.com) – Penjabat Bupati Buru DR Djalalludin Salampessy, S.Pi, M.Si menerima 45 jamaah haji Kabupaten Buru di Masjid Agung Al Buruuj Kecamatan Namlea Kabupaten Buru.
Turut hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Pejabat Eselon IV serta ASN Kantor Kementerian Agama Kab. Buru, Forkopimda, Ketua MUI Kab. Buru Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Senin (08/08/2022).
Kepala Kantor Kementerian Agama Abdul Gani Wael, S.Ag. dalam laporannya mengatakan jamaah haji berjumlah 45 orang yang tergabung dengan 8 Kabupaten Kota dengan total jumlah 389 orang yang diberangkatkan dengan Garuda air lines, tiba di embarkasi Sudiang Makassar dengan sehat walafiat selanjutnya diterima langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku dengan seluruh jajarannya dan yang mewakili Pemerintah Provinsi maluku.
“Para jamaah yang telah tiba mereka menginap 1 malam di Asrama haji Waeheru ambon dan alhamdulilah setelah diagendakan oleh Pemerintah Kabupaten Buru untuk berangkat menggunakan pesawat Wings Air di dampingi oleh 8 orang pengantar, 3 dari Kementerian Agama Kabupaten Buru dan 5 dari Pemerintah Daerah bagian Kesra Kabupaten Buru.”ungkap Gani.
Beliau menambahkan bahwa tahun depan para jamaah tidak lagi ke Makassar karena Embarkasi Antara akan diresmikan bulan Februari oleh Presiden Republik Indonesia.
“Para jamaah haji Maluku tidak lagi melalui Embarkasi Makassar, Insya Allah Tahun depan sudah bisa lewat Embarakasi Antara Ambon, dan kuota Haji yang 50% akan di kembalikan menjadi 100%.”pungkasnya
Sementara itu Penjabat Bupati Buru dalam sambutanya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama dan jajarannya atas koordinasi dengan Pemda Kabupaten Buru sehingga semuanya berjalan baik karena telah membantu para jaamaah haji mulai dari keberangkatan sampai kembali dengan selamat. Beliau juga berpesan kepada para jamaah haji agar nanti selalu menjaga sikap baik dan perilaku yang santun ketika berada di tengah-tengah masyarakat.
” Bapak dan Ibu jamaah haji sudah bisa menyandang gelar Haji dan Hajjah, karena gelar ini adalah suatu predikat yang mencerminkan ketulusan dan kemampuan beribadah yang kemudian harus teraplikasi dalam setiap gerak langkah dalam kehidupan kemasyarakatan jangan sampai predikat itu ternodai oleh perkataan dan perbuatan yang berdampak pada diri kita sendiri.”tegasnya.
Kegiatan di tutup dengan doa yang dibacakan oleh Ketua MUI Kabupaten Buru. (KL25)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung