Demo Depan DPRD Mahasiswa Buru Nyaris Ricuh, Tuntut Jokowi.

BURU, MALUKU (sundalanews.com) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas dan UKM sejajaran Universitas Iqra Buru (Uniqbu) nyaris ricuh, di depan pintu masuk Kantor DPRD Kabupaten Buru.

Dalam aksinya, para demonstran meminta Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia (RI). 

Berdasarkan pantauan wartawan demonstrasi dimulai dari pukul 10.00 WIT, bermula dari Kampus Uniqbu terlebih dahulu berkumpul dan dilanjutkan di Simpang Lima Namlea untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada publik.

Saat di Simpang Lima Namlea, massa aksi melakukan orasi secara bergantian dan membakar bak bekas sebagai bentuk protes mereka terhadap Rezim Jokowi saat ini.

Selanjutnya, massa aksi melanjutkan perjalanan mereka menuju Kantor DPRD Kabupaten Buru, setibanya di sana massa aksi memaksa masuk sehingga aksi tersebut nyaris ricuh, bermula dari massa aksi memaksa masuk ke Kantor Perwakilan Rakyat, namun dihadang oleh anggota Polres Pulau Buru dan Satpol PP Kabupaten Buru, sehingga membuat mahasiswa tetap memaksa dan saling goyang pintu pagar kantor tersebut.

Namun, Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febri Kusumawiyatmaja mampu menenangkan massa aksi, walaupun hampir terkena ban bekas yang dilempar mahasiswa saat situasi sedang tegang.

Setelah itu, massa aksi diperbolehkan masuk oleh Ketua DPRD Kabupaten Buru, M Rum Soplestuny. Usai di depan halaman Kantor perwakilan rakyat massa aksi melakukan orasi secara bergantian sampai memasuki waktu shalat dzuhur.

Setelah shalat dzuhur, baru mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka kepada DPRD yang diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buru, Djalil Mukaddar didampingi dua orang anggota DPRD yakni Jaidun Sa’anun dan Maser Salasiwa serta Kapolres Pulau Buru.

Salah satu Kordinator Lapangan (Korlap), Mursalin Souwakil menyampaikan aksi demonstrasi yang dilakukan di Kota Namlea, Kabupaten Buru ini merupakan bentuk solidaritas BEM seluruh Indonesia.

“Aksi ini merupakan aksi mahasiswa ataupun BEM Se-Indonesia menyempatkan waktu kami untuk kemudian menunjukkan eksistensi dan esensi kami dalam rangka upaya-upaya meneriakkan hal-hal yang memang menjadi tuntutan daripada BEM se-Indonesia,” kata Mursalin usai menyampaikan poin tuntutan, kepada BeritaKota Ambon, di Kantor Perwakilan Rakyat, Senin (11/4).

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Iqra Buru ini menjelaskan ada beberapa tuntutan dalam aksi unjuk rasa yang disampaikan kepada DPRD sehingga dapat ditindak lanjuti.

“Jadi yang paling umum mungkin penolakan kami terhadap penundaan Pemilu, penolakan kami terhadap 3 periode, penolakan kami terhadap pemindaan Ibu Kota Negara dimasa sulit saat ini, penolakan kami terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), penolakan kami terhadap kenaikan harga bahan pokok,” jelasnya.

Menurut Mursalin yang paling terpenting dari aksi ini adalah Jokowi harus turun dari jabatannya sebagai Presiden RI. 

“Yang paling fundamen dan yang paling esensial dari pada pergerakan 11 April 2022 ini adalah turunkan Jokowi dan sampai rezim Jokowi belum tumbang, maka perjuangan kita dari 11 April sampai menang,” ungkapnya.

Untuk itu, dia menambahkan, aksi demonstrasi serentak secara nasional ini yang dilaksanakan termaksud di Provinsi Maluku, Kabupaten Buru yang akan berlangsung sampai beberapa hari ke depan.

“Kami terus bersama dengan BEM se-Indonesia, apabila mereka terus melaksanakan aksi, maka kami juga akan ikut turun, dalam rangka solidaritas,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buru, Djalil Mukaddar mengatakan hari ini dirinya menerima aspirasi dari BEM Iqra Buru dan aspirasi itu sudah ada di tangan anggota DPRD Kabupaten Buru.

“Jadi setelah ini kita mengundang pimpinan-pimpinan fraksi untuk kita bicarakan terkait dengan lima tuntutan, situ ada soal penundaan Pemilu dan harga BBM,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia saat pembahasan pihaknya akan mengundang perwakilan dari masing-masing BEM Fakultas yang ada di Uniqbu.

Penulis Sofyan

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Pemprov Lampung Optimalkan Pembangunan Jalan Simpang Teluk Kiluan – Simpang Umbar

TANGGAMUS (sundalanews.com) — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat ekosistem destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *