Ketua Komisi IV DPR RI Sudin Kunjungi Lampung Barat, Ini Agendanya

SUNDALANEWS.COM – Kunjungan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin, SE., serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian Ir. Dedi Junaedi, M.Sc. ke Lampung Barat disambut Bupati Lampung Barat dengan penen jagung bersama. Sabtu (08/01/2022), di Pekon Sri Menanti Kecamatan Air Hitam.

Pada kesempatan tersebut Bupati Parosil menyampaikan bahwa, ada permasalahan khusus di bidang pertanian yakni menurunnya produktifitas kopi di Kabupaten Lampung Barat.

Sehingga Parosil meminta kepada Sudin selaku Ketua Komisi IV DPR RI dan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian Dedi Junaedi untuk mencarikan solusi mengenai permasalahan tersebut.

“Jadi saya mohon kiranya Pak Sudin dan Pak Dedi Junaedi dapat mencarikan solusi,” ujar Parosil.

Lanjutnya, hal tersebut menjadi masalah serius jika tidak segera ditindaklanjuti, mengingat sebagian besar masyarakat di Lampung Barat mengantungkan hidup dengan berprofesi sebagai petani kopi.

Menanggapi hal tersebut, Sudin selaku Ketua Komisi IV DPR RI yang juga Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Lampung meminta Dinas Pertanian dan perkebunan Lampung Barat untuk melaporkan permasalahan tersebut kepada Kementerian Pertanian untuk segera ditindaklanjuti.

“Untuk permasalahan ini Pemerintah Darah Lampung Barat dalam hal ini melalui dinas Pertanian dan Perkebunan segera melaporkan permasalahn ini kepada Kementerian Pertanian,” pinta Sudin.

Sementara, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian Dedi Junaedi, menyatakan bahwa pihaknya telah menurunkan beberapa tim peneliti untuk meneliti terkait permasalahan tersebut.

Dari penelitian beberapa tim tersebut ditemukan bahwa adanya penurunan pH tanah yang diakibatkan oleh kesalahan pemupukan oleh petani sehingga mempengaruhi produktifitas kopi.

“Kita sudah menurunkan beberapa tim untuk meneliti mengapa produktifitas kopi di Lampung Barat ini menurun, ternyata dari penelitian tersebut ditemukan adanya kesalahan dalam pemupukan,” ujar Dedi.

Ia memjelaskan kesalahan pemupukan menyebabkan turunya pH tanah, yang menyebabkan menurunnya produktifitas dari kopi itu sendiri.

Pihaknya akan segera melakukan penelitian lanjutan untuk menangani persoalan tersebut,” Kami akan segera melakukan penelitian lanjutan untuk masalah ini,” Pungkasnya .(Buyung)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Pemprov Lampung Optimalkan Pembangunan Jalan Simpang Teluk Kiluan – Simpang Umbar

TANGGAMUS (sundalanews.com) — Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat ekosistem destinasi wisata unggulan melalui pembangunan infrastruktur …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *