BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Mahasiswa Prodi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Gibran Caesar Bratanjali Ramadhan berhasil menyelesaikan setoran hafalan Al-Qur’an 30 juz kali keduanya pada Selasa, (22/9/26).
Khataman HafalanQuran yang telah dilakukan bukan menjadi akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab untuk terus menjaga dan menguatkan hafalan. Hal tersebut dijalani Gibran, mahasiswa semester 3 sekaligus penerima beasiswa Hafizh Qur’an, yang sebelum kuliah juga telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sejak duduk di bangku SMP.
Memasuki dunia perkuliahan, Gibran kini lebih banyak berfokus pada murojaah untuk menjaga hafalan yang telah diselesaikannya. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan hafalan, tetapi menjaga konsistensi di tengah kesibukan sebagai mahasiswa. “Kalau untuk selesai hafalannya, saya selesai dari SMP. Kalau di kuliah ini tinggal murojaah-murojaah saja,” ujar Gibran.
Dalam kesehariannya, Gibran mengaku menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rasa malas, kurangnya motivasi, hingga kejenuhan karena harus terus mengulang hafalan. Kondisi tersebut terkadang membuat proses murojaah terasa berat. “Kadang-kadang kurang motivasi, bosan, jenuh, terus merasa kok sudah murojaah terus, tapi hafalan itu tidak lancar-lancar,” tuturnya.
Meski demikian, Gibran berusaha membangun kebiasaan dengan tidak bergantung pada waktu luang. Baginya, menjaga hafalan membutuhkan kemauan untuk secara sadar meluangkan waktu. “Kalau waktu khusus tidak ada. Soalnya kalau murojaah di waktu khusus itu sama saja seperti kita menunggu waktu luang. Sedangkan kita itu harus meluangkan waktu,” jelasnya.
Di luar aktivitas akademik dan murojaah, Gibran juga aktif mengajar secara privat sekaligus mulai merintis usaha. Saat ini, ia menjalankan jual beli pot dan tanaman. Ke depan, ia juga memiliki rencana mengembangkan bisnis alat kesehatan.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses Gibran dalam mengembangkan diri. Ia berupaya menyeimbangkan tanggung jawab sebagai mahasiswa, menjaga hafalan Al-Qur’an, mengajar, serta membangun kemandirian melalui dunia usaha.
Dalam bidang akademik, Gibran telah menetapkan sejumlah target untuk masa studinya. Salah satunya adalah mengikuti program study exchange pada semester 5. Ia juga menargetkan dapat menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil akademik yang optimal.
“Target akademiknya saya semester 5 mau study exchange, dan pastinya lulus dengan tepat waktu dan hasil yang paling baik,” ungkapnya.
Gibran berharap dapat memiliki bisnis sendiri yang berkembang dan sukses, tidak hanya dalam aspek duniawi tetapi juga memberikan kebermanfaatan untuk kehidupan akhirat. “Punya bisnis sendiri, sukses dunia akhirat. IPK 3,9 sekarang,” katanya.
Perjalanan Gibran menunjukkan bahwa menjadi mahasiswa penerima beasiswa Hafizh Qur’an bukan hanya tentang pencapaian menyelesaikan hafalan, tetapi juga tentang menjaga hafalan tersebut sembari terus bertumbuh dalam bidang akademik, profesional, dan kewirausahaan.
Dengan semangat untuk terus murojaah dan meluangkan waktu di tengah berbagai kesibukan, Gibran berupaya menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian yang terus melekat dalam perjalanan pendidikannya. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung