‎Kolaborasi Pemkab Pesisir Barat- TNI-AULatihan Kesiagaan Evakuasi Medis Udara Puskesau


Pesisir Barat (sundalanews.com) – Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), Lampung, menjadi lokasi Pelatihan Kesiapsiagaan Evakuasi Medis Udara Pusat Kesehatan TNI Angkatan Udara (Puskesau) Tahun 2026.

‎Latihan yang digelar Rabu (23/9/2026) tersebut menguji kesiapan personel menghadapi kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan dan evakuasi melalui jalur udara.

‎Kegiatan dipusatkan di Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Pekon Seray, serta RSUD KH. Muhammad Thohir. Simulasi dirancang untuk menguji seluruh mata rantai evakuasi, mulai dari penjemputan korban, pemindahan pasien, pendaratan, hingga serah terima dan rujukan ke fasilitas kesehatan dengan kemampuan lebih tinggi di Bandar Lampung.

‎Latihan dihadiri Kapuskesau Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi, Sp.THT-KL., M.Kes., Dangrup 2 Heli Marsma TNI Kargono, Sekretaris Daerah Pesbar Tedi Zadmiko, S.KM., S.H., M.M., Dandim 0422/LB Letkol Inf. Rizky Kurniawan, Kapolres Pesbar AKBP Rinto Haivan Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., sejumlah kepala OPD dan unsur terkait.

‎Kapuskesau Marsda TNI dr. M. Roikhan Harowi mengatakan, latihan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh petugas memahami prosedur dan mampu merespons keadaan darurat medis secara cepat.

‎“Latihan ini untuk melatih kesiapan seluruh petugas dalam melaksanakan evakuasi medis melalui jalur udara apabila terjadi kondisi darurat,” kata Roikhan.

‎Menurutnya, kecepatan menjadi salah satu faktor penting dalam penyelamatan pasien, khususnya korban dalam kondisi kritis yang membutuhkan penanganan dan rujukan segera.

‎Bandara Muhammad Taufiq Kiemas ditetapkan sebagai lokasi utama sekaligus posko kesiapan evakuasi udara. Sementara itu, helipad RSUD KH. Muhammad Thohir diuji untuk memastikan proses transfer pasien kritis dari jalur udara menuju fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara cepat.

‎Lapangan Merdeka Labuhan Jukung juga disiapkan sebagai alternatif landing zone apabila dalam kondisi tertentu diperlukan lokasi pendaratan helikopter di kawasan publik.

‎Latihan melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Dinas Kesehatan, BPBD, Koopsudnas, Satkomlek, personel Puskesau dan tim medis daerah. Sejumlah alutsista udara juga dikerahkan, termasuk helikopter Super Puma/Caracal, helikopter Colibri serta pesawat Cassa sesuai skenario.

‎Rangkaian latihan diawali dengan persiapan, pengenalan prosedur evakuasi medis, pembagian tugas, penguatan komunikasi antarinstansi, hingga peninjauan titik evakuasi dan pendaratan alternatif.

‎Sekda Pesisir Barat Tedi Zadmiko mengatakan, simulasi menjadi kesempatan bagi petugas daerah untuk memahami secara langsung mekanisme evakuasi medis melalui jalur udara.

‎”Kita menyambut baik kegiatan ini. Dengan adanya latihan, ketika sewaktu-waktu dibutuhkan evakuasi udara, seluruh petugas sudah siap dan memahami tugas masing-masing,” ujar Tedi.

‎Ia berharap latihan serupa dilakukan secara rutin agar kemampuan personel dan koordinasi lintas instansi semakin kuat.

‎”Harapannya, pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga kemampuan petugas semakin baik dan koordinasi antarinstansi semakin kuat,” pungkasnya.

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Wagub Jihan Dorong Ruang dan Akses Setara bagi Anak Penyandang Disabilitas

Bandar Lampung (sundalanews.com) — Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan pentingnya membuka ruang serta akses seluas-luasnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *