Tubaba (Sundalanews.com) – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Ka Mabicab) Gerakan Pramuka Kabupaten Tulang Bawang Barat, menjadi Pembina Upacara pada Apel Besar dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Selasa (01/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Olahraga Tiyuh Marga Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda, Forkopimcam, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, para pembina, pelatih, pengurus Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting, serta anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua V Bidang Adimas Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Lampung, Kakak Isyono M. Taufikullah, S.T., M.T., serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kakak Ponco Nugroho.
Dalam sambutannya, Bupati Novriwan Jaya menyampaikan bahwa peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 mengusung tema “Memantapkan Langkah Organisasi, Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas Tahun 2045.”
Menurutnya, tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan dalam sebuah peringatan, tetapi harus diwujudkan melalui langkah dan kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
“Tema ini jangan sampai hanya menjadi slogan atau sekadar tema peringatan. Yang lebih penting adalah bagaimana tema tersebut dapat kita wujudkan melalui tindakan nyata di Kabupaten Tulang Bawang Barat,” ujar Bupati.
Bupati mengajak seluruh keluarga besar Gerakan Pramuka, mulai dari pembina, pelatih, pengurus hingga anggota Pramuka, untuk ikut mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan rumah masing-masing. Ia mendorong agar setiap keluarga besar Pramuka memiliki tanaman pangan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti cabai, sayur-sayuran, dan berbagai tanaman pangan lainnya.
“Minimal di setiap rumah keluarga besar Pramuka di Kabupaten Tulang Bawang Barat ada tanaman untuk kebutuhan sehari-hari, seperti cabai dan sayur-sayuran. Mari kita mulai dari rumah sendiri,” katanya.
Selain swasembada pangan, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan kedisiplinan dan pendidikan karakterbagi generasi muda.
Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat telah menerapkan Lima Pilar Pendidikan Berkarakter, salah satunya adalah kedisiplinan. Karena itu, nilai kedisiplinan perlu terus ditanamkan kepada anak-anak melalui pendidikan, pembinaan, serta keteladanan dari para pendidik, pembina dan pelatih.
“Kedisiplinan harus terus kita tanamkan dan kita tegakkan. Pendidikan karakter tidak cukup hanya dengan teori, tetapi harus diwujudkan melalui keteladanan dan kebiasaan sehari-hari,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak anggota Pramuka menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dalam mengurangi dan mengelola sampah plastik.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan bank sampah di tiyuh dan kelurahan perlu terus diperkuat melalui kolaborasi masyarakat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan keluarga besar Pramuka adalah membiasakan pemilahan sampah dari rumah, khususnya sampah plastik, untuk kemudian disalurkan dan dikelola melalui bank sampah.
Bupati juga menyinggung pengoperasian alat pirolisis di Kelurahan Mulya Asri yang dapat mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak.
Menurutnya, pengolahan tersebut memberikan nilai tambah terhadap sampah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai jual. Dengan adanya pengelolaan melalui teknologi pirolisis, sampah plastik dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu mengurangi persoalan sampah di lingkungan.
“Alhamdulillah, alat pirolisis ini sudah bisa berjalan. Sampah plastik yang tadinya tidak memiliki nilai jual, sekarang sudah bisa kita beli, memiliki nilai ekonomi, dan kita manfaatkan untuk diolah menjadi bahan bakar,” jelasnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berencana menambah alat pirolisis sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan sampah plastik di daerah.
Untuk itu, Bupati mengajak seluruh anggota Pramuka untuk memulai gerakan peduli lingkungan dari rumah dan sekolah masing-masing.
“Mari kita mulai dari rumah kita masing-masing. Mari kita mulai dari sekolah kita masing-masing. Mari kita mulai memilah sampah plastik yang ada di lingkungan kita.”
Bupati berharap Gerakan Pramuka di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat semakin kuat, solid, disiplin, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Ia juga menegaskan bahwa Pramuka harus mampu menjadi teladan bagi masyarakat, tidak hanya dalam pendidikan karakter, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan dan menjaga kelestarian lingkungan.
“Tubaba harus menjadi contoh. Anak-anak Tubaba harus menjadi contoh, dan anak-anak Pramuka Tubaba harus menjadi teladan dalam menjaga lingkungan,” pungkasnya.
Melalui peringatan Hari Pramuka ke-65 ini, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap semangat Gerakan Pramuka dapat terus diwujudkan melalui aksi nyata, kolaborasi, kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta dukungan terhadap ketahanan dan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung