Berawal dari Hobi Desain, Mahasiswa Desain Interior IIB Darmajaya Sukses Bangun Usaha 3D Printing

BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) — Semangat entrepreneur muda ditunjukkan mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Muhammad Nabil Syaifullah, mahasiswa semester 6, sukses membangun usaha kreatif berbasis teknologi 3D printing yang kini menjadi sumber penghasilan sejak masih duduk di bangku kuliah.


Melalui usaha kreatif bernama 3D Print Lampung dengan slogan “From Idea To Reality”, Nabil menghadirkan layanan pembuatan maket arsitektur, interior, miniatur, prototype produk, hingga custom design dengan tampilan detail dan modern.


Usaha yang aktif melalui akun Instagram dan TikTok @3dprintlampung1 tersebut lahir dari ketertarikannya pada dunia desain serta perkembangan teknologi kreatif. Berbekal kemampuan desain interior yang dipelajarinya di kampus, Nabil mulai mengembangkan karya berbasis 3D printing yang kini diminati berbagai kalangan.


Tidak hanya melayani kebutuhan tugas dan proyek mahasiswa, layanan yang ditawarkan juga digunakan untuk kebutuhan presentasi desain, prototype produk UMKM, hingga miniatur custom sesuai permintaan pelanggan. Salah satu produk yang cukup diminati adalah gantungan kunci berbahan 3D printing dengan desain custom yang pernah dipamerkan dalam ajang Youth Business Camp (YBC) Season 3, menampilkan kreativitas dan kemampuan personalisasi produk sesuai kebutuhan konsumen.


Menurut Nabil, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan mandiri sejak dini.
“Melalui 3D printing, sebuah ide atau desain bisa diwujudkan menjadi bentuk nyata. Saya ingin membantu orang melihat konsep mereka secara lebih real sekaligus membuka peluang usaha kreatif,” ujarnya saat diwawancarai Senin (15/6/2026).


Keberhasilan Nabil menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga dapat membangun bisnis kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Inovasi yang dilakukannya menunjukkan bagaimana kreativitas, teknologi, dan jiwa entrepreneur dapat berjalan beriringan.


Ketua Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, S.Ds., M.Ds, mengapresiasi semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan usaha berbasis keilmuan yang dipelajari di kampus.
Menurutnya, mahasiswa Desain Interior tidak hanya dituntut memiliki kemampuan desain, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan peluang industri kreatif digital.


“Kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah dapat dikembangkan oleh mahasiswa menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan peluang usaha sejak dini,” ujarnya.
Pihaknya terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan praktik, dan jiwa entrepreneur agar siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri. (**)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Harga Pangan Terkendali, Lampung Pertahankan Kinerja Inflasi Daerah

Bandar Lampung (sundalanews.com) – Pemerintah Provinsi Lampung berhasil mempertahankan stabilitas Indeks Perkembangan Harga (IPH) di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *