PESAWARAN (sundalanews.com) — MTs Negeri 2 Pesawaran resmi menjalin kerja sama dengan Polsek Kedondong dalam upaya memperkuat keamanan dan pembinaan karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Senin, 11 Mei 2026.
Kolaborasi ini dilakukan sebagai langkah preventif menghadapi berbagai tantangan sosial di kalangan pelajar, mulai dari kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, kekerasan di lingkungan sekolah, hingga pencegahan radikalisme dan intoleransi.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Kepala MTsN 2 Pesawaran, Saripudin, S.Pd., bersama jajaran Polsek Kedondong yang diwakili oleh IPDA H. Moh. Ismail, S.H. Kedua pihak sepakat memperkuat edukasi hukum, pembinaan disiplin, sosialisasi tertib berlalu lintas, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila bagi peserta didik.
Kepala MTsN 2 Pesawaran, Saripudin, mengatakan bahwa sinergi antara dunia pendidikan dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif.
“Kami ingin memastikan bahwa peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, cinta tanah air, serta mampu menjauhi berbagai pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka,” ujar Saripudin.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut juga menjadi bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan pendidikan yang humanis dan responsif terhadap perkembangan sosial di masyarakat.
Sementara itu, IPDA H. Moh. Ismail, S.H., mewakili Polsek Kedondong, menegaskan kesiapan kepolisian untuk mendukung pembinaan generasi muda melalui pendekatan edukatif dan preventif.
“Sekolah merupakan tempat strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Karena itu, kami siap bersinergi melalui penyuluhan hukum, pembinaan keamanan, serta pencegahan terhadap narkoba, kekerasan, dan paham radikal di lingkungan pelajar,” katanya.
Melalui kerja sama ini, kedua pihak juga berkomitmen melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengawasan secara berkala, termasuk pendampingan terhadap siswa yang membutuhkan perhatian khusus melalui koordinasi dengan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK).
Program kolaborasi tersebut direncanakan berlangsung hingga Mei 2027 dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan bersama. Langkah ini diharapkan menjadi contoh sinergi positif antara institusi pendidikan dan aparat keamanan dalam membangun ekosistem sekolah yang aman, nyaman, dan berkarakter di Kabupaten Pesawaran.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung