Gelar Pasar Murah di Mesuji, Bupati Saply Minta Warga Tak Berebut Sembako

MESUJI (Sundalanews.com) – Bupati Mesuji Saply Th meninjau pasar murah yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji untuk antisipasi lonjakan harga sembako jelang Natal dan tahun baru (Nataru), Selasa (21/12/2021).

Bupati Saply Th beserta jajarannya mulai memasuki pasar murah yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Tanjung Raya pada pukul 09.00 WIB. Bupati mulai meninjau lima stan jualan pasar murah, yang terdiri dari PT SIP, Bulog, Alfamart, kelompok ayam petelur, dan Koperasi Mesuji Agro Lestari.

Dalam kunjungannya Bupati berpesan kepada masyarakat yang ingin membeli sembako di pasar murah untuk tidak berebut. “Jadi bapak-ibu jangan berebut, patuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab ada varian baru yang lebih mematikan,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Saply, harga gas maupun sembako berupa beras, minyak, telur dan beras dijual dibawah harga standar. Sehingga, diharapkan masyarakat dapat terbantu untuk mengatasi harga sembako yang mengalami kenaikan menjelang Nataru. “Ibu-ibu yang mengantre abis ini silahkan beli sembakonya tapi jangan lupa juga beli dagangan kuliner dari pelaku UMKM Mesuji ya,” paparnya.

Saply menambahkan kegiatan ini diharapkan dapat terus berjalan, karena sangat membantu masyarakat. Kesempatan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bagian (Kabag) ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Arif Arianto, menurutnya kegiatan kali ini berkolaborasi dengan perusahaan, Koperasi dan peternak telur yang ada di Kabupaten Mesuji.

“Kegiatan ini tidak ada anggaran dari APBD, murni dari kerjasama dengan perusahaan. Untuk harga bahan sembako sendiri juga dijual sesuai harga pabrik, jadi bisa lebih rendah dari harga pasaran,” jelasnya.

Untuk antisipasi warga yang memborong sembako di pasar murah, Arif menuturkan bahwa pihaknya membatasi para pembeli yang berbelanja di pasar murah.

Misalnya, kata Arif, untuk Gas Lpg satu orang hanya boleh membeli satu tabung, begitupula minyak goreng maksimal 2 liter. “Kami menggunakan sistem penyerahan fotokopi KTP, untuk satu orang memang dibatasi agar pembelian sembako murah ini bisa merata,” ucapnya.

Terpisah Ibu rumah tangga di Desa Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji Hadi mengatakan harga yang dijual di pasar murah ini memang lebih murah dari pada dipasaran.

“Meskipun ada yang harganya sama saja, seperti di stand bulog gula 1 kg Rp 12500 sama saja kayak fi Alfamart dan Indomaret. Tapi kalau minyak goreng di stand PT SIP ini yang murah ya harganya 2 liter Rp 30 ribu,” paparnya.

Padahal, terus dia harga minyak goreng dipasaran saat ini sudah mencapai Rp 19 ribu, jadi cukup membantu adanya kegiatan pasar murah. Hal yang sama juga disampaikan oleh Martini (41), menurutnya untuk harga gas ukuran 3 kg mencapai Rp 18 ribu. “Untuk gas sendiri sangat membantu ya soalnya lagi sulit cari gas, dan kalau di warung itu gas udah diharga Rp 20-23 ribu,” ungkapnya.

Kemudian, ungkap Martini, untuk harga telur per karpetnya mencapai Rp 42 ribu, terigu pernah kg Rp 8 ribu dan minyak goreng per 2 liter yang ada yang Rp 30 ribu- Rp 33 ribu.(SNDL)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Amphiteater Budaya Disiapkan di Way Sekampung, Pringsewu Sekaligus Bidik Venue PON 2032

Pringsewu (sundalanews.com) – Sebuah gagasan besar tengah disiapkan di Bendungan Way Sekampung, Pekon Bumi Ratu, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *