PESAWARAN (sundalanews.com) – Beberapa Lembaga yang terdiri dari organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), Lembaga Adat, serta Organisasi Pers menggelar ramah tamah dan dialog bersama Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Pertemuan yang berlangsung di Aula Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Selasa (15/9/2026), menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi, menyatukan visi dan misi, serta memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mengawal pembangunan dan mendorong kemajuan Kabupaten Pesawaran sebagai Bumi Andan Jejama.
Dalam dialog tersebut, berbagai elemen masyarakat menyampaikan pandangan, masukan, kritik, sekaligus dukungan terhadap pemerintah daerah. Forum ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat dan insan pers.
Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Pesawaran, Ahmad Yani, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya siap mengambil bagian dalam mengawal pembangunan daerah secara konstruktif.
Menurut Ahmad Yani, pers dan organisasi masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memastikan pembangunan berjalan sesuai kepentingan masyarakat. Karena itu, komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat harus terus dibangun.
“Kami dari DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia Kabupaten Pesawaran sangat mendukung kebijakan Bupati Pesawaran dalam membangun Bumi Andan Jejama. Kami melihat pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan, komunikasi dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujar Ahmad Yani.
Ia juga memberikan semangat kepada Bupati Pesawaran Nanda Indira agar tetap fokus menjalankan amanah dan program pembangunan yang telah dicanangkan.
“Bu Nanda harus terus semangat dan terus maju. Jangan hiraukan hal-hal yang sifatnya menghambat atau menghalangi kerja keras pemerintah dalam membangun Pesawaran agar lebih maju. Yang paling penting adalah tetap bekerja, tetap mendengar aspirasi masyarakat dan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat Pesawaran,” tegasnya.
Ahmad Yani menambahkan, dukungan PWRI bukan berarti menutup ruang terhadap kritik. Sebaliknya, kritik dan masukan yang disampaikan secara objektif dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam proses pembangunan.
“Kami tetap akan menjalankan fungsi organisasi pers secara profesional. Ketika ada hal yang perlu dikritisi, tentu akan kami sampaikan sebagai bentuk kontrol sosial. Tetapi kritik harus konstruktif, berdasarkan fakta dan bertujuan memberikan solusi. Jangan sampai perbedaan pandangan justru menjadi alasan untuk memecah persatuan,” katanya.
Ia menegaskan, DPC PWRI Kabupaten Pesawaran berkomitmen terus mendukung dan mengawal Pemerintah Kabupaten Pesawaran di bawah kepemimpinan Bupati Nanda Indira hingga masa jabatannya berakhir.
“Kami dari DPC PWRI Kabupaten Pesawaran akan terus memberikan dukungan dan ikut mengawal pembangunan Bumi Andan Jejama sampai selesai masa jabatan Bupati. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang kondusif dan memberikan ruang yang lebih besar bagi pembangunan serta kepentingan masyarakat,” pungkas Ahmad Yani.
Bupati Nanda: Jangan Beri Ruang pada Hal Negatif
Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian, SE, MM menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan partisipasi 23 organisasi yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurut Nanda, pemerintah daerah membutuhkan masukan, kritik, saran dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Bagi kami, masukan, kritik, saran maupun dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat penting. Pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan dan sinergi untuk membangun Pesawaran,” ujar Nanda.
Ia menegaskan, seluruh elemen masyarakat memiliki posisi penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Perbedaan pendapat, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, namun harus disikapi dengan komunikasi yang baik dan tidak berkembang menjadi konflik.
Nanda juga menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh masyarakat Pesawaran tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun kelompok.
“Saya siap merangkul semuanya, seluruh masyarakat Pesawaran. Kita ingin kehidupan di Kabupaten Pesawaran ini berjalan harmonis. Perbedaan pasti ada, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut membuat kita terpecah. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” tegasnya.
Bupati juga mengajak seluruh organisasi masyarakat, LSM dan organisasi pers untuk bersama-sama menciptakan suasana yang positif dan produktif.
“Mari jangan memberikan ruang yang negatif. Kita harus kompak, kita harus bersatu untuk Bumi Andan Jejama. Kalau kita bersama-sama, saling mendukung dan saling mengingatkan, saya yakin pembangunan Pesawaran akan semakin maju,” kata Nanda.
Ia berharap dialog dan silaturahmi antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat serta pers tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus berlanjut melalui komunikasi dan kolaborasi dalam berbagai bidang pembangunan.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu momentum untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan elemen masyarakat, sekaligus membangun kesamaan pandangan bahwa kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan dan kontribusi seluruh pihak.
Dengan semangat kebersamaan, kritik yang konstruktif, serta dukungan yang positif, seluruh elemen diharapkan dapat mengambil peran dalam mengawal pembangunan menuju Pesawaran yang semakin maju, harmonis dan sejahtera.
( Desmi )
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung