BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjalankan program satu desa satu sarjana di 2027. Program ini diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi sekaligus memperkuat kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Hal itu dikatakan Rahmat Mirzani Djausal pada acara silahturahmi dan ramah tamah di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (22/8/26) malam.
Mirza menjelaskan dukungan APTISI Lampung dan perguruan tinggi swasta menjadi kunci keberhasilan program strategis tersebut.
Acara silaturahmi dan ramah tamah berlangsung penuh kehangatan dengan Tari Dendang Bersambut sebagai pembuka. Bahkan Gubernur Mirza menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh tamu dari berbagai provinsi. “Atas nama Pemprov, saya ucapkan selamat datang sebagai tuan rumah Rakernas I APTISI 2026,” kata Mirza.
Dia menekankan pentingnya SDM berkualitas untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut Lampung memiliki PDRB tinggi namun masih menghadapi tantangan IPM dan APK. “Semua bisa terwujud jika SDM kita bagus, Lampung harus terus meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.
Gubernur juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Lampung yang belum sepenuhnya teratasi. Ia menjelaskan bahwa investasi besar belum mampu menyerap tenaga kerja secara maksimal. “Investasi 10 triliun hanya menyerap 20 ribu tenaga kerja, ini tantangan yang harus kita pecahkan,” tegasnya.
Mirza menyebut kepemimpinan Presiden Prabowo membawa keuntungan bagi provinsi. “Sejak Prabowo jadi presiden, geliat di Lampung semakin terasa,” katanya.
Sementara, Ketua OC Rakernas I APTISI Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah Y.A. Alfian, MBA., M.Sc., menyampaikan rasa bangga atas kehadiran tamu dari seluruh Indonesia. Ia menilai Rakernas ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi swasta.
“Momentum konsolidasi APTISI bukan hanya di Lampung, tetapi juga di Indonesia, menjadi kebangkitan PTS sebagai tempat belajar anak-anak bangsa,” ujarnya.
Ketua APTISI Lampung itu juga menjelaskan bahwa kehadiran menteri, staf khusus presiden, dan anggota DPR RI memperkuat posisi APTISI di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun pendidikan tinggi swasta. “Dari Sabang sampai Merauke, 34 provinsi hadir, ini bukti kebersamaan kita,” katanya.
Sedangkan Ketua Umum APTISI, Prof. Dr. Ir. Budi Djatmiko, M.Si., memberikan apresiasi kepada Gubernur Lampung dan Ketua APTISI Lampung. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap perguruan tinggi swasta. “Terima kasih kepada Gubernur Lampung dan Ketua APTISI Lampung yang sudah memfasilitasi silaturahmi ini,” ujar Budi.
Budi Djatmiko menambahkan bahwa Lampung memiliki potensi besar untuk bersinergi dengan perguruan tinggi. Ia berharap program-program daerah dapat mendukung pengembangan kampus swasta. “Insya Allah Lampung dengan kabupaten, kota, desa, dan kecamatan akan terhubung dengan perguruan tinggi,” katanya.
Dalam pidatonya, Budi juga menyoroti transformasi pendidikan berbasis teknologi. Ia menekankan pentingnya akhlak sebagai fondasi kampus di era disrupsi. “Kampus yang akan tetap didatangi mahasiswa adalah kampus yang mengedepankan akhlak, mengetuk pintu langit,” tegasnya.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, pimpinan Forkopinda Provinsi Lampung, Ketua Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi dari 34 Provinsi, serta perwakilan bupati/wali kota se-Provinsi Lampung. Hadir juga pejabat tinggi di Provinsi Lampung seperti Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung