Breaking News

Hoax! FAW Tidak Pernah Menerima Uang Dari Hi, Itu Berita Bohong

Buru, Maluku (sundalanews.com) – Tim HI membantah keras pemberitaan yang menyebut HI pernah memberikan uang kepada salah satu tokoh adat berinisial FAW terkait dukungan terhadap koperasi yang beroperasi di kawasan tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru.

Berita yang tersebar di media sosial itu merupakan opini yang disajikan seolah-olah fakta hukum, padahal tidak didukung oleh bukti nyata, dapat dikategorikan sebagai berita bohong atau hoaks.”Tegas Tim HI

Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 telah jelas. Wartawan harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Kita tidak bisa menulis seseorang itu dengan sesuka hati tanpa ada konfirmasi. Jika narasumber belum memberikan keterangan kita tidak punya hak untuk mengatakan yang bersangkutan itu menerima uang yang ada nantinya adalah Fitnah.

Wartawan itu dilarang menyebarkan berita yang berisi ujaran kebencian, terutama jika tidak didasari oleh fakta yang kuat dan terverifikasi.

Sebagaimana yang beredar luas dalam pemberitaan dan percakapan di media sosial “Saya menegaskan bahwa berita yang tersebar tentang FAW menerima uang dari HI itu Adalah HOAX Tidak Benar.

Menurut tim HI informasi tersebut tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat, khususnya masyarakat adat petuanan Kaiely.

โ€œSaya perlu meluruskan bahwa HI tidak pernah memberikan uang kepada FAW seperti yang diberitakan. Informasi itu keliru dan tidak sesuai fakta,โ€ tegas tim HI, Senin, (15/12)

Tim HI menyayangkan munculnya pemberitaan yang dinilainya tidak dikonfirmasi secara menyeluruh dan berpotensi mencemarkan nama baik pihak-pihak tertentu. Ia menekankan pentingnya prinsip cover both sides dalam setiap produk jurnalistik agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang dan akurat.

Menurut tim HI, isu dugaan aliran dana yang dikaitkan dengan HI telah berkembang liar dan menimbulkan spekulasi yang tidak berdasar. Oleh karena itu, ia meminta agar media dan pihak-pihak terkait melakukan klarifikasi serta koreksi atas informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta tersebut.

โ€œKalau ada pernyataan atau tudingan, seharusnya dikonfirmasi langsung agar tidak menyesatkan masyarakat. Saya terbuka untuk klarifikasi, tapi jangan menyebut seolah-olah itu sudah fakta,โ€ ujar tim HI

Dengan adanya bantahan ini, Tim HI berharap polemik yang berkembang dapat dilihat secara lebih jernih dan tidak memperkeruh situasi sosial di tengah masyarakat adat maupun dinamika pengelolaan koperasi di wilayah Gunung Botak.(*)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Wabup Pesawaran Bersama Danrem 043/Gatam Tinjau Progres Pembangunan KDMP Desa Sukaraja

Pesawaran (sundalanews.com) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali bersama Komandan Resor Militer (Danrem) 043/Garuda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *