Pesisir Barat (sundalanews.com) – Stunting pada anak memang harus menjadi perhatian dan diwaspadai. Kondisi ini dapat menandakan bahwa nutrisi anak tidak terpenuhi dengan baik. Jika dibiarkan tanpa penanganan, stunting bisa menimbulkan dampak jangka panjang kepada anak. Anak tidak hanya mengalami hambatan pertumbuhan fisik, tapi nutrisi yang tidak mencukupi juga memengaruhi kekuatan daya tahan tubuh hingga perkembangan otak anak.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
Hal ini seperti yang terjadi pada bocah yang bernama,Arohmam Efendi (4) warga Pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Tengah ini kondisinya sangat memperhatinkan.
Sebab diusianya yang sudah menginjak empat tahun, ia hanya mempunyai bobot seberat 12 Kilogram dengan tinggi 93 Centimeter.
Efendi (35) ayah dari anak tersebut mengatakan, ia tidak menyangka buah hatinya tersebut terkena Stunting.
Sebab Efendi tidak begitu paham tentang stunting.
Sehingga, Efendi tidak mengetahui jika anak ke keduanya itu sudah menunjukan gejala Stunting tersebut.
Fendi mengatakan, dirinya mengaku baru mengetahui anaknya terkena Stunting baru dalam satu bulan ini.
Pertumbuhan anaknya itu tidak berjalan secara normal seperti anak-anak seumuranya.
” Arohman sudah berusia 4 tahun tapi beratnya hanya 12 kilo dan tingginya hanya 93 Centimeter,” kata Efendi Rabu (12/10/2022). Kemarin dirumahnya.
Efendi menkelaskan, buah hatinya tersebut lahir pada 2018 yang lalu dan memiliki bobot 1.7 kilogram pada saat lahir.
Setelah mengetahui anaknya terkena Stanting, Efendi bingung Untuk biaya pengobatan.
Efendi bekerja sebagai satpam yang yang penghasilanya hanya pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sedangkan untuk berobat anaknya dan memenuhi kebutuhanya tentu tidak mencukup.
Efendi berharap anaknya tersebut dapat disembuhkan dan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah.
Sementara itu Peratin Pekon Kampung Jawa Rudianto mengatakan, permaslahan Stunting tersebut memang merupakan program yang diutamakan oleh Pemerintah.
” Saya menjabat sebagai Peratin ini baru sekitar satu bulan, jadi untuk bantuan permaslahan Stunting ini akan kita anggarkan pada 2023 mendatang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi adek kita ini,” jelasnya.
Rudianto mengatakan, warganya itu di ketahui terkena Stunting baru dalam satu bulan ini, karena aktifitas anak tersebut terbilang normal seperti anak pada umumnya.
Hanya saja pertumbuhannya lambat dan berbeda dengan ukuran anak-anak seusianya.
” Setelah kita ketahui kalau Arahman ini sudah berumur 4 tahun makanya kita kaget,” ungkapnya.
Dijelaskanya, ia sudah berkordinasi dengan pihak terkait tentang kondisi bocah tersebut.
Bahkan! kata Rudi, pihak Dinas Kesehatan Pesisir Barat sudah turun ke lapangan untuk mengecek kondisi bocah tersebut.
Namun kata dia, untuk pemberian obat-obatan harus dilakukan pengecekan atau kontrol.
” kedepan anak ini akan di cek kembali oleh Dinas Kesehatan dia terdampak stunting jenis apa,” ujarnya. (Yus/Adi)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung