Tak Kebagian Stok, Penjual Gorengan di Bandar Lampung Pakai Minyak Bekas

BANDAR LAMPUNG (Sundalanews.com) – Meskipun pemerintah telah menurunkan harga minyak goreng dan memastikan stok bahan pokok masyarakat itu tersedia. Ternyata, minyak goreng masih menjadi barang langka di Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung. Masyarakat masih kesulitan mendapatkan minyak goreng dipasaran.

Hasilnya, banyak pedagang gorengan yang merupakan salah satu makanan favorit banyak orang, yang menggunakan minyak goreng bekas. F (55) salah satu pedagang gorengan di seputaran Tanjung Karang Pusat Bandar Lampung mengaku menggunakan minyak goreng bekas karena sulitnya mendapatkan bahan baku utama usahanya tersebut karena stok dibatasi.

Ia mengaku menggunakan minyak goreng bekas karena pembelian minyak goreng dibatasi maksimal hanya 2 liter. “Sudah nyarinya susah, dapat cuma 2 liter. Kita kan penjual gorengan butuh minyak goreng itu banyak. Minimal kita butuh itu 5-8 liter sekali jualan,” kata dia, Rabu (9/2/2022).

Ia pun mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng ini. Omzet yang tadinya berkisar di Rp500 perhari kini turun drastis hanya sekitar Rp150-200ribu saja. Hal ini dikarenakan pengurangan produksi jumlah gorengan yang dijual dari jumlah normalnya. Ia tak mungkin menaikan harga gorengannya karena akan berimbas sepinya pembeli.

“Penjualan jelas turun, saya kurangin jumlah gorengan perharinya. Kalau saya naikkan harganya nanti nggak laku. Kebanyakan pakai minyak goreng bekas juga nggak enak, warnanya beda, rasanya kurang, nanti pelanggan bisa kabur nggak mau beli lagi,” jelas dia.(Sndl)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya Olah Tulang Jadi Camilan Bergizi Raih Hibah Kemdiktisaintek RI 2026

BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Kolaborasi dosen Program Studi Teknologi Pangan Kampus Unggul Institut Informatika dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *