Tolak Ganti Rugi Bendungan, Puluhan Warga Demo

SUNDALANEWS.COM – Menolak ganti rugi tanam tumbuh Puluhan warga Desa Adi Warno , kecamatan Batanghari , Kabupaten Lampung Timur,mengelar aksi unjuk rasa di Lokasi yang terdampak proyek pembangunan bendungan Marga Tiga, Minggu (10/10/2021).

Aksi demo puluhan warga tersebut ,dipicu oleh ganti rugi dampak pembangunan yang dinilai sangat merugikan ,dan tidak sesuai harapan .

Joyo Suseno(57)mengungkapkan awal nya pada hari Senin ,4 Oktober 2021 lalu masyarakat diundang oleh pihak BPN dibalai Desa Adi Warno , untuk musyawarah bentuk ganti kerugian pengadaan Tanah Bendungan Marga Tiga 2021 ,tetapi saat rapat berlangsung gak ada kesempatan warga bertanya ,atau protes mengenai ganti rugi tanam,tumbuh.

“Warga itu diundang untuk hadir dalam rapat tetapi gak ada sesi tanya jawab,malah pihak BPN menyodorkan lembaran ganti rugi yang secara global.dan parah nya disuruh pihak BPN ,untuk buka Amplop dirumah.kata “,Djoyo

“Aksi demo warga hari ini , adalah bentuk protes kepada BPN, Balai Besar wilayah Sungai Mesuji, Kantor Jasa Penilai Publik,yang telah menzolimi hak warga,”

Semoga ,pak bupati, gubernur pak presiden mendengarkan jeritan rakyat seperti kami, supaya memberikan keadilan tentang harga ganti rugi tanah dan peladangan berserta tanaman sesuai dengan kampung dan kecamatan lain nya yang juga terdampak “.Ungkap Djoyo.

Sementara Cipto (46) mewakili Pondok pesantren Nurul Furqon pimpinan Hasim Ashari yang juga lahan dan tanaman terkena dampak pembangunan mengatakan demo ini, akan kita dilajutkan ke kantor BPN Lampung Timur, kantor DPRD dan ke Kantor Bupati , Apabila hak hak kami kami tidak dipenuhi.

“Kami minta keadilan,kesamaan harga ganti rugi , seperti di kampung yang lain, dikampung Adi Warno ganti rugi sawit sebatang ,sudah produktif cuma diganti 20 ribu rupiah,sedang kan singkong usia delapan bulan sudah memasuki masa panen hanya diganti rugi 1000 rupiah per batang.” Ujar Cipto.

” Besar harapan warga agar pak Joko Widodo Presiden ,pak Gubernur , Bupati dan bapak Anggota DPRD bisa membantu supaya harga ganti rugi sesuai pada umumnya”.

Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh warganya kepala desa Adi Warno ,Gunarso mengatakan menyampaikan aspirasi wajar dilakukan, tetapi asal tidak anarkis , sesuai dengan prosedur .

“Terkait harga ganti rugi tanam tumbuh yang ditetapkan , tidak sesuai harapan warga ,saya belum tau , memang waktu dibalai ada. Empat warga yang nolak,” kata Gun.

Yang pasti selaku kepala Desa , saya sangat mendukung pembangunan Bendungan Marga Tiga , program pemerintah memperkuat ketahanan pangan di Lampung Timur” Pungkasnya. (Red)

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Dukung Estafet Kepemimpinan BGN, Bupati Radityo Egi Optimistis Program MBG Makin Akseleratif

Kalianda (sundalanews.com) – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah taktis …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *