Ketua Laskar Lampung DPC Lampung Utara Sambangi Jakarta, Kawal Kasus Dugaan Pelecehan Santriwati Hingga Tuntas

JAKARTA (sundalanews.com) – Ketua Laskar Lampung DPC Lampung Utara, Adi Candra, beserta pengurus, melakukan perjalanan panjang pelaporan ke sejumlah instansi pemerintahan dan lembaga di Jakarta.

Langkah ini dilakukan dengan harapan penanganan kasus dugaan pelecehan santriwati di Ponpes di Lampung Utara tidak hanya berhenti pada penetapan tersangka, namun dapat diungkap secara tuntas hingga ke korban-korban lainnya yang diduga selama ini belum berani bersuara.

Dalam rangkaian tersebut, Laskar Lampung telah menyampaikan laporan langsung kepada:

  1. Ketua MUI Pusat
  2. Menteri Agama RI
  3. Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) – Kak Seto
  4. Komisi VIII DPR RI Perwakilan Lampung Dapil 2 Fraksi NasDem, Nessy Kalviya

Ketua Laskar Lampung berharap ada tindakan tegas dan terukur terhadap dugaan kejahatan terhadap santri. Dirinya juga meminta agar aktivitas di ponpes tersebut dievaluasi secara menyeluruh, mengingat hingga saat ini diduga belum mengantongi izin lengkap baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.

“Hal ini kami lakukan semata-mata untuk melindungi korban agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan ke depan. Harus ada efek jera dan menjadi pelajaran luar biasa. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan uang dan cara-cara yang tidak elok demi menjaga nama baik pondok, namun mengorbankan santriwati yang menimba ilmu agama di sana,” tegas Adi Candra.

Lebih lanjut, Ketua Laskar Lampung meminta kepada instansi pemerintahan untuk melakukan audit menyeluruh serta perbaikan di semua lini untuk keamanan para santri, khususnya santriwati.

Dirinya menegaskan, setiap ponpes wajib memiliki CCTV di area publik, sistem pengawasan yang transparan, dan mekanisme pengaduan yang aman bagi santri agar tidak ada lagi ruang untuk intimidasi.

“Mesti ada CCTV dan perbaikan di semua lini. Jangan jual agama untuk kepentingan pribadi dan menumpuk harta. Pondok itu tempat menimba ilmu agama, bukan tempat memperdaya anak-anak yang tak berdaya,” tegasnya.

Sebagai penutup, Adi Candra menegaskan sikap Laskar Lampung:

“Laskar Lampung akan selalu istiqomah berjuang di garda terdepan untuk kepentingan anak-anak yang mendapat kekerasan di manapun berada. Kami menyatakan perang terhadap predator anak!”

Laporan sudah dihantarkan langsung. Kini Laskar Lampung menunggu perkembangan sejauh mana kasus ini bisa dibuka terang-benderang dan diambil tindakan tegas yang terukur.

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Rapat Banggar Bareng TAPD, Bahas RAPD TA 2027

Lampung Selatan (sundalanews.com) – Memasuki hari ketiga, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Lampung Selatan bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *