Tuah Oscar Bawa Bhayangkara Presisi Lampung FC Menang!

Bandar Lampung (Sundalanews.com) – Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses memperpanjang rekor belum terkalahkan hingga pekan ke-6, gelaran kompeitisi Super League musim 2026/2027. The Guardians of Saburai menang 1-0 atas PSIM Yogyakarta  di Stadion Sumpah Pemuda, Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026).

Gol tunggal Moussa Sidibe dimenit ke-59 memastikan Bhayangkara Presisi Lampung FC menempati peringkat keempat klasemen sementara, dan mengoleksi 10 poin dari enam laga, hasil dua kemenangan dan empat kali imbang. Mereka menempel ketat tiga tim teratas, yakni Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, dan Persita Tangerang.

Pertandingan berlangsung sengit dan intensitas tinggi sejak awal. Sejumlah pelanggaran terjadi dan wasit harus mengeluarkan beberapa kartu untuk mengendalikan jalannya laga. PSIM Jogja harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-26 setelah Ze Valente menerima kartu merah, karena mengangkat kaki terlalu tinggi saat Wahyu Subo Seto mencoba melakukan sundulan.

Kehilangan satu pemain membuat tim berjuluk Laskar Mataram itu menghadapi tantangan lebih berat saat berusaha mengimbangi permainan tuan rumah.

Sebelum insiden tersebut, Yusaku Yamadera telah menerima kartu kuning pada menit ke-9. Sementara itu, Mauro Andres Caballero Aguilera mendapat kartu kuning pada menit ke-70.

Dari kubu Bhayangkara Presisi Lampung FC, Moisés Wolschick dan Allano Brendon de Souza Lima masing-masing menerima kartu kuning pada menit ke-70 dan ke-77. Tim tuan tumah memperlihatkan dominasi dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang. Berdasarkan statistik pertandingan, tuan rumah mencatatkan penguasaan bola sebesar 70 persen, berbanding 29 persen milik PSIM Jogja.

Bhayangkara Presisi Lampung FC juga unggul jauh dalam jumlah tembakan. Tuan rumah melepaskan 21 tembakan dengan enam di antaranya mengarah ke gawang. Sebaliknya, PSIM hanya mencatatkan dua tembakan dengan satu mengarah ke gawang.

Dominasi tersebut turut terlihat dari distribusi bola. Bhayangkara FC membukukan 477 umpan sukses, sedangkan PSIM mencatatkan 199 umpan sukses.

Meski demikian, PSIM masih mampu memberikan perlawanan melalui upaya bertahan. Tim tamu mencatatkan 15 tekel sukses, lebih banyak dibandingkan Bhayangkara yang membukukan sembilan tekel sukses.

Pelatih Kepala Bhayangkara FC, Oscar Bruzon mengaku, memberikan evaluasi mendalam terkait jalannya pertandingan serta insiden yang terjadi di atas lapangan. Mengenai kondisi pemainnya, Bruzon menyampaikan rasa khawatirnya terhadap insiden yang menimpa Wahyu Subo Seto.

“Saya rasa Ze Valente tidak berniat melakukan hal ini, tetapi ini adalah insiden 50-50 di mana pemain kami mengalami cedera kepala. Saya harap dia baik-baik saja,” kata Oscar dalam post match press conference, Selasa (20/10/2026) malam.

Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut mengakui bahwa timnya sempat keteteran diawal laga, sebelum akhirnya mampu mengambil alih kendali permainan. Oscar menilai 15 menit pertama berjalan sulit, timnya butuh waktu untuk mengontrol pertandingan. 

“Namun perlahan setelah 15 menit, tim kami mulai mengontrol tempo permainan, tampil lebih baik di area tengah, dan mulai menciptakan beberapa peluang. Tentu saja kartu merah Ze Valente adalah game changer. Dimomen itu PSIM bertahan dengan mengerahkan seluruh sumber daya, mereka bermain dengan formasi rapat deep 4-4-1, dan kami kesulitan membuka skor di babak pertama,” ujarnya

“Akhirnya kami menciptakan keunggulan di area luar bersama full back dan winger, serta memulai babak kedua dengan catatan positif menaruh banyak bola di kotak penalty,” tambah eks juru taktik East Bengal India tersebut

Meski sukses meraih kemenangan kandang beruntun kedua dan memperpanjang catatan tak terkalahkan dengan koleksi 10 poin, Bruzon tetap memberikan catatan khusus terkait efektivitas penyelesaian akhir anak asuhnya.

“Sekali lagi, saya tidak bisa sepenuhnya senang dengan efektivitas tim karena kami menciptakan banyak peluang, tetapi jika bukan karena membentur mistar, blok, atau aksi penyelamatan, selalu ada hal yang membuat kami gagal mencetak gol lebih cepat. Namun hal yang penting ini adalah laga kandang ketiga kami, kami mulai terbiasa menang, menjaga rekor tak terkalahkan, dan mengoleksi 10 poin,” ucapnya.

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

DPRD Lampung Barat Dukung Gedung Baru BNI Liwa Jadi Penggerak Ekonomi

Lampung Barat (sundalanews.com) – DPRD Kabupaten Lampung Barat mendukung kehadiran gedung baru Bank Negara Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *