Dosen Kampus Unggul Darmajaya Ajak Siswa SMKS Pelita Gedong Tataan Kenali Motif Tapis dan Kapal dalam Desain Interior

PESAWARAN (sundalanews.com) – Motif tapis dan kapal menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal yang dikenalkan kepada siswa SMKS Pelita Gedong Tataan, Pesawaran, sebagai sumber inspirasi dalam mengembangkan desain produk interior. Pengenalan tersebut dilakukan dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.


Mengusung tema “Pelatihan dan Pendampingan Inovasi Desain Produk Interior Berbasis Budaya Lokal”, kegiatan dilaksanakan pada 30 – 31 Juli dan 6 – 7 Agustus 2026. Siswa diajak memahami budaya Lampung sekaligus mengeksplorasi motif lokal, khususnya motif tapis dan motif kapal, untuk diterapkan dalam gagasan desain interior.


Tim pengabdian IIB Darmajaya terdiri atas Rohiman, S.Pd., M.Sn. sebagai ketua, Yuda Septiawan, S.Kom., M.T.I., dosen Program Studi Teknik Informatika, dan Sigit Yudi Prasetyo, S.Ds., M.Ds., dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual. Kegiatan turut melibatkan mahasiswa Siti Ash Shaffiah Junaidi dan Syifa Nurul Fajrin.


Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu menghasilkan gagasan produk interior kreatif yang memadukan nilai estetika dengan identitas budaya lokal, sehingga budaya Lampung tidak hanya dikenal sebagai warisan, tetapi juga hadir dalam karya desain generasi muda.

Ketua tim pengabdian, Rohiman, S.Pd., M.Sn., dosen Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk melihat budaya lokal dari perspektif yang lebih kreatif.
“Kami ingin siswa tidak hanya mengenal budaya Lampung, tetapi juga mampu melihat motif tapis dan kapal sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan desain produk interior yang kreatif,” ujar Rohiman.


Menurutnya, budaya lokal memiliki potensi besar untuk memberikan karakter dan identitas pada sebuah produk. Karena itu, siswa didorong untuk memahami unsur visual budaya Lampung dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan desain masa kini.


“Budaya lokal memberikan identitas pada produk. Ketika unsur tersebut diterapkan secara tepat dalam desain, nilai estetika dan budayanya dapat semakin kuat sekaligus menjadi keunggulan kompetitif bagi industri kreatif,” jelasnya.


Dalam pelatihan tersebut, siswa diarahkan untuk memahami budaya Lampung sebagai inspirasi desain, mengenali ornamen dan motif tapis serta motif kapal, kemudian menerapkannya dalam konsep desain produk interior berbasis budaya lokal.


Rohiman menambahkan, pendekatan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas siswa sekaligus memperkenalkan bahwa kekayaan budaya daerah dapat memiliki ruang dalam perkembangan industri kreatif. (**)

    Bagikan Ke

    About Redaksi Sundalanews

    Check Also

    Petcah!! Gelaran Festival Akbar 22 UKMBS Musik Kampus Unggul Darmajaya di Café Skaye

    BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Musik Institut Informatika dan Bisnis …

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *