Pesisir Barat (sundalanews.com) – Harapan masyarakat untuk terbukanya keterisolasian wilayah Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, mulai diwujudkan. Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Way Pemerihan yang menjadi bagian penting akses menuju wilayah tersebut, Kamis (27/8/2026).
Pembangunan jembatan ini diharapkan dapat memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan perekonomian warga, Jembatan Way Pemerihan akan menghubungkan Pekon Sumber Rejo dengan Empat Pekon ( desa), yakni pekon Bandar Dalam, Pekon Way Haru, Pekon Siring Gading dan Pekon Way Tias.
Dedi Irawan mengatakan, peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar dimulainya pembangunan sebuah jembatan. Lebih dari itu, pembangunan ini menjadi langkah awal dari cita-cita bersama untuk membuka keterisolasian wilayah Way Haru.
”Kita memiliki niat dan cita-cita yang sama, yakni membuka keterisolasian wilayah Way Haru. Dengan peletakan batu pertama ini menjadi cambuk bagi kita untuk bisa meneruskan pembangunan jalan Way Haru di kemudian hari,” kata Dedi.
Menurut dia, keberadaan jembatan tersebut memiliki fungsi vital bagi masyarakat. Selain memperlancar transportasi, akses baru itu diharapkan dapat menunjang kegiatan ekonomi warga, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
Adapun Jembatan Way Pemerihan direncanakan memiliki panjang 70 meter dengan lebar 2 meter, dengan Anggaran Tiga milyard lebih. Pengerjaannya ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari sejak peletakan batu pertama.
Dedi juga menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (BBTNBBS) yang telah bersama-sama berupaya hingga Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan akses menuju Way Haru mendapat persetujuan dari Menteri Kehutanan.
Persetujuan tersebut membuka peluang dilaksanakannya pembangunan jembatan dan akses jalan menuju Way Haru dengan tetap memperhatikan aturan serta kesepakatan yang telah dituangkan dalam kerja sama dengan pihak taman nasional.
”Kami tidak memiliki niatan apa-apa selain kemanusiaan. Ini untuk mewujudkan rasa keadilan bagi masyarakat,” tegas Dedi.
Ia menegaskan, upaya membuka akses menuju Way Haru bukan sekadar janji politik. Pemerintah daerah, menurut dia, berkomitmen mewujudkan harapan masyarakat tersebut secara bertahap dan tetap berpedoman pada PKS yang telah disepakati dengan BBTNBBS.
”Kita ingin apa yang selama ini menjadi keinginan masyarakat Way Haru dapat benar-benar diwujudkan,” katanya.
Dedi berpesan kepada pihak pelaksana agar menjaga kualitas pekerjaan. Pembangunan Jembatan Way Pemerihan, menurut dia, harus menjadi tolok ukur bagi rencana pembangunan jembatan gantung berikutnya dalam membuka akses menuju wilayah-wilayah yang selama ini masih sulit dijangkau.
Sementara itu, Kepala BBTNBBS Rifzon Zawahi menekankan pentingnya seluruh pihak mematuhi poin-poin yang telah disepakati dalam PKS. Mengingat akses menuju Way Haru berada dan melintasi kawasan hutan, setiap tahapan pembangunan harus tetap memperhatikan ketentuan konservasi.
”Saya mengusulkan agar untuk pembangunan akses jalan nanti dapat diswakelolakan karena ini berkaitan dengan kawasan hutan,” ungkap Rifzon.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung