PRINGSEWU (sundalanews.com) – Kompetensi desain interior digital semakin penting bagi siswa untuk menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kreatif. Menjawab kebutuhan tersebut, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Program Studi Desain Interior memberikan pelatihan “Peningkatan Kompetensi Desain Interior Digital Melalui Pelatihan SketchUp & Visualisasi 3D bagi Siswa Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB)” di SMKN 1 Gading Rejo”.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19-21 Agustus 2026, ini diikuti siswa Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMKN 1 Gading Rejo. Pelatihan diketuai Dina Mariana Sari, S.Ds., M.PWK., dengan anggota tim Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, M.Ds. dan Rika Febri Sasmita, S.Kom., M.T.I., serta melibatkan Sony Adha sebagai mahasiswa pendamping.
Pelatihan dirancang tidak sekadar mengenalkan perangkat lunak desain, tetapi membekali siswa dengan proses kerja desain interior digital secara utuh. Siswa diajak mengembangkan ide, membuat model tiga dimensi, melakukan visualisasi, hingga menghasilkan karya yang dapat dikembangkan menjadi portofolio.
Ketua Tim, Dina Mariana Sari, S.Ds., M.PWK., mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar siswa tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam menggunakan perangkat lunak desain, tetapi juga memahami tahapan berpikir dan proses kreatif dalam menghasilkan sebuah karya desain.
“Kami ingin siswa memahami bahwa desain tidak hanya tentang menggunakan aplikasi. Ada proses berpikir, pengembangan konsep, pemodelan, hingga bagaimana sebuah desain divisualisasikan agar dapat dikomunikasikan dengan baik,” ujarnya.
Hari pertama, siswa mendapatkan materi Konsep dan Modelling. Peserta diajak memahami proses desain yang dimulai dari Design Thinking, kemudian mengembangkan konsep, hingga menerjemahkan konsep tersebut menjadi model tiga dimensi menggunakan SketchUp.
Menurut Dina, pemahaman konsep menjadi dasar penting sebelum siswa masuk ke tahap pemodelan. Dengan demikian, siswa tidak sekadar menghasilkan bentuk, tetapi mampu memahami fungsi dan tujuan dari desain yang dibuat.
Pada hari kedua, materi berlanjut pada Visualisasi 3D, meliputi material, lighting, rendering, hingga finishing. Siswa diajak memahami bagaimana pemilihan material dan pencahayaan dapat membentuk karakter serta suasana ruang sebelum divisualisasikan secara realistis.
Anggota tim, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, M.Ds., mengatakan kemampuan menggunakan software perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir konseptual.
“Kami ingin siswa tidak hanya bisa menggunakan SketchUp, tetapi juga memahami proses berpikir di balik sebuah desain. Konsep harus kuat terlebih dahulu, kemudian diterjemahkan menjadi model yang memiliki fungsi dan nilai visual,” katanya.
Ia menambahkan, kemampuan visualisasi 3D juga penting karena dapat membantu siswa menyampaikan gagasan desain secara lebih mudah dan realistis.
“Ketika siswa memahami material, pencahayaan, dan rendering, mereka bisa melihat bagaimana sebuah desain memiliki karakter dan suasana. Jadi, yang ditampilkan bukan hanya bentuk ruang, tetapi juga pengalaman ruang yang ingin disampaikan,” jelasnya.
Memasuki hari ketiga, siswa diarahkan menghasilkan portofolio mini sebagai output pelatihan. Peserta mengembangkan model SketchUp yang telah dibuat dan melengkapinya dengan hasil render menggunakan Enscape.
Tahap ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk menggabungkan seluruh materi yang telah dipelajari, mulai dari pengembangan konsep, pemodelan, hingga visualisasi akhir. Nantinya para peserta akan mendapatkan e-sertifikat.
Dina Mariana Sari, S.Ds., M.PWK., berharap pengalaman menghasilkan karya secara langsung dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa sekaligus menjadi bekal untuk mengembangkan kompetensi desain.
“Harapannya, siswa tidak berhenti pada kemampuan menggunakan aplikasi, tetapi mampu menghasilkan karya yang bisa mereka kembangkan menjadi portofolio dan menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IIB Darmajaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang desain interior.(*)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung