BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Ketua Program Studi Teknik Informatika Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng., menjadi narasumber dalam pelatihan yang diselenggarakan Direktorat Intelkam Polda Lampung di Grand Mercure Lampung, Kamis (18/6/26). Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Media Digital dalam Pembentukan Opini (Post-Truth)” sebagai upaya meningkatkan pemahaman personel terhadap dinamika informasi di era digital.
Dalam paparannya, Dr. Chairani menjelaskan bagaimana media sosial telah menjadi ruang utama pembentukan opini publik. Melalui fenomena post-truth, persepsi masyarakat tidak lagi hanya dibentuk oleh fakta, tetapi juga dipengaruhi oleh emosi, keyakinan, dan informasi yang beredar secara masif di berbagai platform digital.
Untuk memberikan gambaran nyata mengenai pemanfaatan teknologi, Dr. Chairani mendemonstrasikan secara langsung sistem Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan untuk melakukan analisis sentimen terhadap komentar masyarakat di berbagai platform media sosial. Sistem tersebut mampu mengolah data secara otomatis untuk mengidentifikasi sentimen positif, negatif, maupun netral sehingga dapat membantu memahami kecenderungan opini publik.
AI yang didemonstrasikan merupakan hasil pengembangan berbasis algoritma Machine Learning dan Deep Learning yang dipelajari mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Unggul IIB Darmajaya melalui mata kuliah Kecerdasan Buatan dan Machine Learning. Dalam proses pengembangannya, mahasiswa menggunakan bahasa pemrograman Python untuk membangun model AI yang mampu melakukan klasifikasi dan analisis data.
Sebagai perbandingan, peserta pelatihan juga diperkenalkan dengan perangkat lunak analisis sentimen berbasis AI yang telah tersedia di pasaran. Demonstrasi tersebut menunjukkan perbedaan antara membangun sistem AI secara mandiri dengan memanfaatkan aplikasi yang sudah dikembangkan oleh pihak lain.
Menurut Dr. Chairani, kemampuan membangun teknologi menjadi nilai tambah yang terus dikembangkan di Program Studi Teknik Informatika Unggul IIB Darmajaya. “Di Program Studi Teknik Informatika, mahasiswa tidak hanya diajarkan menggunakan AI, tetapi juga dibekali kemampuan untuk merancang dan membangun AI. Mereka mempelajari algoritma, proses pengolahan data, hingga implementasi solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab berbagai kebutuhan di masyarakat maupun industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, AI juga dimanfaatkan oleh kalangan akademisi untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan, seperti membantu pembuatan materi promosi, desain publikasi, maupun berbagai kebutuhan administrasi. Namun demikian, AI tetap dipandang sebagai alat bantu yang mempercepat proses kerja, bukan pengganti kreativitas, pemikiran kritis, dan pengambilan keputusan manusia.
“Teknologi sejatinya bukan ancaman. Teknologi tidak akan pernah bisa menggantikan manusia. Karena itu, kita harus terus meningkatkan kompetensi agar menjadi manusia yang memiliki kemampuan, kreativitas, dan nilai yang tidak dapat digantikan oleh mesin,” tambahnya.
Pelatihan yang digelar Direktorat Intelkam Polda Lampung ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas personel dalam memahami perkembangan teknologi digital serta membaca dinamika opini publik di media sosial. Melalui kolaborasi dengan akademisi, diharapkan personel mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan berbasis data dalam mendukung analisis informasi serta pelaksanaan tugas kepolisian di era transformasi digital. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung