BANDAR LAMPUNG (sundalanews.com) – Teknologi dapat menjadi sarana efektif untuk menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan era digital. Semangat tersebut diwujudkan oleh tim dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah Institusi Tahun 2026 berupa Pelatihan Pembuatan Aplikasi Kamus Digital Bahasa Lampung Berbasis Android sebagai Media Pembelajaran Interaktif di SMKN 8 Bandar Lampung, Selasa (2/6/26).
Kegiatan tersebut diketuai oleh Muhammad Fauzan Azima, S.Kom., M.T.I. (Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi) bersama anggota tim Siti Nur Laila, S.Kom., M.T.I. (Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi) dan Suci Mutiara, S.Kom., M.T.I. (Program Studi Teknik Informatika).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar pengembangan aplikasi mobile, pengelolaan data kosakata Bahasa Lampung, hingga implementasi fitur-fitur interaktif yang dapat mendukung proses pembelajaran. Para siswa juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan aplikasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media belajar berbasis digital.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Fauzan Azima, S.Kom., M.T.I., mengatakan bahwa perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian budaya daerah agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
“Bahasa daerah merupakan bagian penting dari identitas budaya yang harus dijaga. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan dan melestarikan Bahasa Lampung dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses oleh generasi muda,” ujarnya.
Menurut Fauzan, penggunaan aplikasi berbasis Android sebagai media pembelajaran memiliki potensi besar karena dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan digital perlu diimbangi dengan pemanfaatan teknologi yang memberikan nilai edukatif dan budaya.
Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa aplikasi, tetapi juga pada proses pembelajaran yang mendorong kreativitas, kemampuan berpikir logis, dan keterampilan pemecahan masalah peserta. Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara mengembangkan solusi digital yang bermanfaat bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti sesi diskusi maupun praktik pembuatan aplikasi, mulai dari pengenalan antarmuka hingga pengelolaan data kosakata dalam kamus digital. Interaksi yang terbangun selama pelatihan mencerminkan tingginya minat siswa terhadap pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan.
Fauzan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk mengembangkan berbagai inovasi digital lainnya yang mengangkat potensi lokal Lampung. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dan teknologi menjadi salah satu kunci dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah di tengah pesatnya transformasi digital. (**)
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung