SNTV: Tradisi Ngumbai Lawok dan Parade Perahu Hias Meriahkan Puncak Festival Teluk Stabas VI

‎Pesisir Barat – Setelah lama vakum, tradisi Ngumbai Lawok dan Parade Perahu Hias kembali digelar dan menjadi puncak kemeriahan Festival Teluk Stabas (FTS) VI Tahun 2026 di kawasan Kuala Stabas, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Rabu (10/6/2026).

‎Ratusan warga memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Stabas untuk menyaksikan rangkaian kegiatan budaya yang menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi masyarakat pesisir tersebut.

Kegiatan festival teluk stabas selama lima hari di isi dengan berbagai perlombaan, yaitu lomba dayung, lomba grobak takung, lomba atul -atul , lomba voli pantai dan lomba masak sayur makanan tradisonal . 

‎Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan, Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

‎Prosesi Ngumbai Lawok diawali dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW yang diikuti masyarakat sambil berkeliling di kawasan pantai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan kemudahan rezeki bagi masyarakat, khususnya para nelayan.

‎Bupati Pesisir Barat Dedi Irawan mengatakan, Ngumbai Lawok merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan filosofis tinggi sehingga harus terus dijaga keberlangsungannya.

‎”Tradisi ini adalah identitas masyarakat Pesisir Barat yang menjadi kebanggaan daerah. Kita memiliki tanggung jawab untuk melestarikannya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” ucapnya.

‎Menurut dia, Festival Teluk Stabas tidak hanya menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya dan promosi pariwisata daerah.

‎”Melalui festival ini, kita ingin menunjukkan bahwa Pesisir Barat memiliki kekayaan budaya yang unik sekaligus potensi wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan,” ujarnya.

‎Tokoh nelayan Pasar krui, Rusdi Rahman dan Sattah, ” mengatakan tradisi Ngumbai Lawok telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir sejak lama.

‎Ia mengakui terdapat beberapa perbedaan antara pelaksanaan tradisi pada masa lalu dan saat ini.

‎”Kalau dulu kepala kerbau beserta kulitnya dibungkus lalu dilarung ke tengah laut dan diadakan azan. Sekarang kepala kerbau dan dagingnya dimasak lalu dimakan bersama-sama oleh masyarakat,” kata Rusdi Rahman.

‎Meski demikian, menurut dia, esensi tradisi tersebut tetap sama, yakni sebagai bentuk doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar masyarakat diberikan keselamatan, kelancaran rezeki, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

‎selaku tokoh nelayan Rusdi Rahaman berharap tradisi yang diwariskan oleh para leluhur itu dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

‎Kemeriahan acara semakin terasa saat Parade Perahu Hias mulai menyusuri perairan Kuala Stabas. Beragam perahu yang dihias dengan ornamen khas daerah tampil memukau dan menyedot perhatian masyarakat yang memadati bibir pantai.

‎Setiap peserta menampilkan kreativitas melalui dekorasi yang mengangkat beragam tema, mulai dari budaya lokal, potensi bahari, hingga pembangunan daerah. Warna-warni hiasan yang menghiasi perahu menciptakan pemandangan semarak di sepanjang perairan Kuala Stabas.

‎Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Disporarekraf) Pesisir Barat, Rena Novasari, mengatakan pelaksanaan Festival Teluk Stabas VI yang berlangsung pada 6-10 Juni 2026 berjalan sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

‎”Tujuan utama festival ini adalah mengembangkan kembali budaya yang ada di Pesisir Barat sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

‎Ia berharap Festival Teluk Stabas dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang dengan konsep yang lebih meriah dan mampu menjadi agenda budaya serta pariwisata unggulan Kabupaten Pesisir Barat.

‎Dengan kembalinya tradisi Ngumbai Lawok dan Parade Perahu Hias, Festival Teluk Stabas tahun ini tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir serta menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Jumat Berkah Persit KCK Koorcab Rem 043 PD XXI/Radin Inten, Tebar Kepedulian Melalui Aksi Berbagi

Bandar Lampung (sundalanews.com) – Dalam semangat berbagi dan mempererat kepedulian sosial, Pengurus Persit Kartika Chandra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *