Kotabumi (sundalanews.com) – Pasca tertangkapnya Agung Ilmu Mangku Negara, Bupati Lampung Utara Periode 2019-2024 oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah dinas jabatan bupati beberapa tahun lalu, nampaknya tidak membuat efek jera bagi para pejabat, yang masih berkuasa dikursi jabatanya dipemerintah kabupaten setempat.
Berbagai persoalan dugaan kasus korupsi, terus bermunculan dikabupaten berjuluk Bumi Ragem Tunas Lampung tersebut. Seperti yang terjadi di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pejabatnya pernah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh pihak Polres Lampung Utara terkait kasus Bimtek. Selanjutnya, pihak Polres kembali berhasil mengamankan pelaku kasus dugaan Pungutan Liar oleh oknum Dinas Perdagangan setempat dan berbagai kasus Korupsi lainya.
Sementara, saat ini permasalahan yang cukup menjadi perhatian publik yaitu, dugaan penyimpangan dana sebesar 3,3 Milyar yang terjadi di gedung wakil rakyat DPRD Lampung Utara pada anggaran tahun 2022 lalu. Bahkan kasus tersebut sampai dibawa masyarakat kepihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, dengan melakukan aksi damai di gedung Adhiyaksa Provinsi Lampung.
Dari insiden tersebut, menunjukan bahwa kurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum oleh Aparat Penegak Hukum yang ada diwilyah Lampung Utara. Dari berbagai sumber pemberitaan yang dihimpun oleh berbagai media terkait persoalan itu, diharapkan Aparat Penegak Hukum yang ada di bumi Lampura dapat segera tanggap dan mampu melakanakan fungsinya selaku petugas penegak hukum disalah satu kabupaten tertua di Lampung ini.
” Kasus yang terjadi di DPRD Lampung Utara itu cukup menyedot perhatian publik. dugaan penyimpangan dana media sebesar 3,3 Milyar itu bukan kasus kecil, kok masalhnya kepihak kejati bukan kekantor kejaksaan sini ya” ujar Farzani salah satu warga yang mengamati persoalan itu, Minggu (28/05/2023).
Dari berbagai polemik yang terjadi di Lampung Utara ini, masyarakat berharap kepada para pemangku jabatan, agar dapat mawas diri sehingga tidak terjadi lagi kasus-kasus korupsi yang mewarnai Lampung Utara kedepan.
” Mari kita semua sama-sama sadar diri, baik para pejabat maupun masyarakat. Bagaiman kita berfikir dan berusaha untuk memajukan salah satu kabupten tertua ini, agar tidak semakin tertinggal dari anak, cucunya yang telah berdiri sendiri menjadi sebuah kabupaten. Alangkah indahnya, seandainya tak ada lagi terdengar kasus korupsi dibumi lampura ini” ungkapnya.
Selain itu, Farzani juga menambahkan bahwa pemimpin Lampung Utara saat ini telah lengkap memiliki Wakil Bupati Ardian Saputra, sosok muda yang tampak tegas, cerdas dan sigap. Semoga dengan adanya pendamping Bupati, Lampung utara dapat kembali bangkit dari keterpurukan setelah dilanda dengan berbagai persoalan.
” Saat ini kita telah memiliki Wakil Bupati, sosok muda yang tengah berjuang untuk membangkitkan kembali Lampura dari ketepurukan. Mari kita semua lapisan masyarakat, agar dapat saling membantu dan bekerjasama dalam mendorong berbagai program pemerintah untuk kemajuan bumi Lampura Sikep. Yang Lalu biarlah berlalu, singkirkan rasa dendam, saling hujat dan menjatuhkan, sudah saatnya kita menatap kedepavn demi kemajuan kabupaten yang kita cintai ini” harapnya.
sundalanews.com Suara Nasional Dari Lampung