WUJUDKAN GENERASI EMAS BEBAS STUNTING, BKKBN BERSAMA MITRA KERJA GELAR SOSIALISASI BANGGA KENCANA DI LAMPUNG TIMUR

Lampung Timur (sundalanews.com) – BKKBN bersama Mitra Kerja kembali melaksanakan Sosialisasi dan KIE program Bangga Kencana. Kali ini, sosialisasi dilaksanakan bersama warga Lampung Timur, Rabu (29/5/2024), di Balai Desa Donomulyo, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Lampung Timur.

Kepada peserta sosialisasi, Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lambaga, Advokasi, KIE dan Humas BKKBN Provinsi Lampung, Intan Annisa Fitri, S.Sos menjelaskan bahwa dewasa ini BKKBN dalam menjalankan programnya berfokus pada kualitas melalui edukasi bahwa dua anak itu lebih sehat sebagai salah satu upaya mencegah Stunting.


“Stunting adalah gagal tumbuh kembang karena kekurangan gizi kronis dan berkepanjangan sehingga menyebabkan tumbuh kembangnya tidak optimal,” ujar Intan.

Salah satu ciri anak Stunting, kata Intan, kemampuan komunikasinya terhambat atau tidak lancar bicaranya, apalagi mau mengenal huruf dan angka serta belajar yang lainnya.


“Kalau salah satu keluarga kita terkena Stunting, akan menakutkan karena tidak bisa diobati. Untuk mengetahui anak Stunting biasanya tenaga kesehatan akan mengecek dan mengobservasi anak tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Lampung, Watoni Noerdin, S.H., M.H., mengatakan, untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 tentu bukan perkara mudah karena generasi emas akan tercapai jika anak anak Indonesia sudah bebas dari stunting. Oleh sebab itu, anak anak kita kelak bukan hanya diberikan makanan dan gizi yang seimbang tetapi juga informasi dan edukasi terkait stunting sehingga ketika mereka ketika sudah dewasa dan berumah tangga, mereka sudah mendapatkan informasi yang cukup terkait stunting.


“Kita tidak ingin Indonesia emas atau 21 tahun ke depan masih ada Stunting. Oleh karena itu harus diperhatikan gizinya,” kata Watoni.

Ia menghimbau kepada masyarakat apabila menemukan anak Stunting maka segera melaporkan ke Puskesmas agar bisa dirujuk ke rumah sakit agar bisa diatasi meskipun tidak akan sembuh.


“Anak Stunting yang diserang itu adalah kecerdasannya. Jadi jika bapak-ibu menemukan anak Stunting, segera laporkan ke Puskesmas untuk ditindaklanjuti”.

Dalam arahannya, Narasumber dari Kabupaten, Agus Herwana mengatakan. “Aspek fisik kalau pendek mungkin tidak masalah karena banyak orang pendek tapi cerdas, itu berarti orang yang pendek belum tentu stunting tetapi orang stunting sudah pasti pendek, jika sudah terganggu kognitifnya generasi emas 2045 akan sulit untuk dicapai.” pungkasnya.

Bagikan Ke

About Redaksi Sundalanews

Check Also

Pj. Gubernur Lampung Harapkan Media Berkontribusi Mempublikasikan dan Mengawal Berbagai Program Pembangunan di Provinsi Lampung

Bandar Lampung (sundalanews.com) – Penjabat Gubernur Lampung Samsudin berharap media dapat berkontribusi dalam mengawal dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Find us on Facebook